Trump Tekan Kuba, Ancam Hentikan Pasokan Minyak dari Venezuela

Trump Tekan Kuba, Ancam Hentikan Pasokan Minyak dari Venezuela

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 12 Jan 2026 18:04 WIB
Trump Tekan Kuba, Ancam Hentikan Pasokan Minyak dari Venezuela
Presiden AS Donald Trump (dok. REUTERS/Kent Nishimura)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan memutus semua aliran minyak dan uang ke Kuba setelah penggulingan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, sekutu utama Kuba. Trump mendesak Kuba untuk segera "membuat kesepakatan".

Washington, seperti dilansir AFP, Senin (12/1/2026), telah memberlakukan sanksi yang melumpuhkan ekonomi Kuba selama beberapa dekade, tetapi Trump telah meningkatkan tekanan dalam beberapa hari terakhir.

"TIDAK AKAN ADA LAGI MINYAK ATAU UANG YANG AKAN MASUK KE KUBA - NOL!" kata Trump pada Minggu (11/1) waktu setempat, dalam pernyataan via media sosial Truth Social.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sangat menyarankan mereka membuat kesepakatan, SEBELUM SANGAT TERLAMBAT," cetusnya.

ADVERTISEMENT

Trump tidak menjelaskan lebih lanjut tentang kesepakatan potensial apa yang dia maksud, atau apa yang akan dicapai oleh kesepakatan tersebut.

Pasukan khusus AS menangkap Maduro dan istrinya, Cilia Flores, pada 3 Januari lalu dalam serangan kilat yang menewaskan puluhan personel keamanan Presiden Venezuela yang telah digulingkan -- banyak di antaranya adalah warga negara Kuba.

Meskipun sekutu Maduro telah menjadi pemimpin sementara, Trump mengklaim AS sekarang benar-benar mengendalikan Venezuela, melalui blokade Angkatan Laut AS terhadap sektor minyaknya yang vital.

"Kuba hidup, selama bertahun-tahun, dengan sejumlah besar MINYAK dan UANG dari Venezuela. Sebagai imbalannya, Kuba menyediakan 'Layanan Keamanan' untuk dua diktator Venezuela terakhir, TETAPI TIDAK LAGI!" tegas Trump dalam pernyataannya.

"Sebagian besar warga Kuba itu TEWAS akibat serangan AS pekan lalu, dan Venezuela tidak lagi membutuhkan perlindungan dari para preman dan pemeras yang menyandera mereka selama bertahun-tahun," cetus.

Ancaman Trump tersebut menuai tanggapan bernada kemarahan dari Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel, yang menegaskan bahwa "tidak ada seorangpun" yang akan memberitahu negaranya soal apa yang harus dilakukan. Dia menegaskan penduduk Kuba "siap membela tanah air hingga tetes darah terakhir".

"Kuba adalah negara yang bebas, merdeka, dan berdaulat. Tidak ada yang bisa memberitahu kami soal apa yang harus dilakukan," tegas Diaz-Canel dalam pernyataan via media sosial X.

Simak juga Video: Presiden Kuba Sebut 32 Rakyatnya Tewas Saat Maduro Ditangkap AS

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads