Hizbullah Ancam Balas Kematian Komandan Militer yang Dibunuh Israel

Hizbullah Ancam Balas Kematian Komandan Militer yang Dibunuh Israel

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 29 Nov 2025 11:13 WIB
Lebanons Hezbollah leader Sheikh Naim Qassem delivers an address from an unknown location, November 29, 2024, in this still image from video. Al Manar TV/Reuters TV via REUTERS/File Photo Purchase Licensing Rights
Pemimpin Hizbullah Naim Qassem (Foto: Al Manar TV/Reuters TV via REUTERS/File Photo Purchase Licensing Rights)
Jakarta -

Pemimpin Hizbullah menegaskan kelompoknya berhak untuk membalas pembunuhan komandan militernya oleh Israel dalam serangan di pinggiran selatan Beirut, ibu kota Lebanon pekan lalu.

Dalam pidato yang disiarkan televisi pada Jumat (28/11) waktu setempat, pemimpin Hizbullah, Naim Qassem menyebut pembunuhan Haytham Ali Tabtabai sebagai "agresi terang-terangan dan kejahatan keji". Dia menambahkan bahwa kelompoknya "berhak untuk merespons, dan kami akan menentukan waktunya."

Qassem menegaskan bahwa kelompok yang didukung Iran tersebut telah menghormati gencatan senjata November 2024 yang bertujuan untuk mengakhiri konflik selama lebih dari setahun dengan Israel. Dia pun menyerukan diakhirinya serangan Israel yang terus-menerus terhadap Lebanon.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir kantor berita AFP dan Al-Arabiya, Sabtu (29/11/2025), Qassem mengatakan bahwa Tabtabai sedang dalam pertemuan dengan empat ajudannya "untuk mempersiapkan tindakan selanjutnya" ketika ia diserang Israel.

ADVERTISEMENT

Ia adalah komandan Hizbullah paling senior yang dibunuh oleh Israel sejak gencatan senjata dengan Israel.

Pembunuhannya terjadi seiring Israel mengintensifkan serangan terhadap Lebanon, bersumpah tidak akan membiarkan Hizbullah mempersenjatai diri kembali.

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) telah menyerukan "balas dendam" atas pembunuhan Tabtabai.

Garda Revolusi Iran dalam pernyataannya, memperingatkan bahwa Israel akan menghadapi "respons yang menghancurkan" pada waktu yang mereka tentukan.

Kecaman IRGC ini disampaikan setelah Kementerian Luar Negeri Iran juga menyampaikan kecaman terhadap serangan mematikan Israel tersebut. Teheran menyebutnya sebagai "pelanggaran terang-terangan terhadap gencatan senjata November 2024 dan pelanggaran brutal terhadap kedaulatan nasional Lebanon".

Israel telah berulang kali melancarkan serangan di wilayah Lebanon sejak gencatan senjata dimulai, dengan dalih serangan-serangan itu menargetkan para petempur dan infrastruktur militer Hizbullah.


Simak juga Video: Israel Serang Lebanon, 11 Orang Tewas-4 Luka-Luka

Halaman 3 dari 2
(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads