ADVERTISEMENT

Minta Lebih Banyak Senjata, Presiden Ukraina Tanya Apakah Barat Takut Rusia

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 28 Mar 2022 11:28 WIB
In this image from video provided by the Ukrainian Presidential Press Office, Ukrainian President Volodymyr Zelenskyy speaks from Kyiv, Ukraine, on Monday, March 21, 2022. (Ukrainian Presidential Press Office via AP)
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (dok. Ukrainian Presidential Press Office via AP)
Kiev -

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuntut negara-negara Barat untuk memberikan lebih banyak bantuan persenjataan. Zelensky yang tampak kesal juga mempertanyakan apakah negara-negara Barat takut dengan Rusia.

Seperti dilansir Reuters dan Channel News Asia, Senin (28/3/2022), beberapa negara berjanji untuk mengirimkan rudal antibaja dan rudal antipesawat, juga senjata-senjata ringan, namun Zelensky menyatakan Kiev tidak mendapatkan apa yang dibutuhkan.

"Itu adalah tank untuk negara kami. Itu adalah pertahanan rudal. Itu adalah senjata antikapal. Itulah yang dimiliki mitra-mitra kami, itu yang dibiarkan berdebu di sana," kata Zelensky dalam pernyataan via video pada Sabtu (27/3) tengah malam.

"Ini semua tidak hanya untuk kebebasan Ukraina, tapi juga untuk kebebasan Eropa," tegasnya.

Dicetuskan Zelensky bahwa Ukraina hanya membutuhkan 1 persen pesawat-pesawat NATO dan 1 persen tank-tank NATO.

Dia menyatakan tidak mungkin untuk menghentikan serangan Rusia terhadap kota pelabuhan Mariupol yang dikepung pasukan Rusia selama beberapa pekan terakhir, tanpa memiliki tank, kendaraan lapis baja dan pesawat tempur yang cukup..

"Kami sudah menunggu 31 hari. Siapa yang bertanggung jawab atas komunitas Euro-Atlantik? Apakah benar-benar masih Moskow, karena intimidasi?" tanya Zelensky.

Simak Video 'Saat Zelensky Menyatakan Ukraina Siap jadi Negara Netral':

[Gambas:Video 20detik]



Zelensky berulang kali berargumen bahwa Rusia akan berupaya memperluas lebih jauh ke Eropa jika Ukraina jatuh. Namun, NATO menolak seruannya untuk menerapkan zona larangan terbang di wilayah udara Ukraina, dengan alasan bisa memicu perang yang lebih luas.

Sebelumnya, Zelensky berbicara dengan Presiden Polandia Andrzej Duda dan menyampaikan kekecewaan bahwa jet tempur buatan Rusia milik negara-negara Eropa Timur belum juga dikirimkan ke Ukraina.

Zelensky mengatakan bahwa Polandia dan Amerika Serikat (AS) telah menyatakan kesiapan untuk mengambil keputusan soal jet-jet tempur itu. Namun, AS menolak tawaran mengejutkan Polandia agar pengiriman jet tempur MiG-29 milik mereka untuk Angkatan Udara Ukraina dilakukan via pangkalan udara AS di Jerman.

(nvc/ita)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT