ADVERTISEMENT

Jerman Rekor 164.000 Kasus Corona Sehari, Parlemen Bahas Wajib Vaksin

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 26 Jan 2022 18:03 WIB
People make corona tests in the city center of Essen, Germany, Wednesday, Jan. 12, 2021. Germany registered a new record of more than 80,000 new infections with the coronavirus on Wednesday. (AP Photo/Martin Meissner)
Ilustrasi -- Situasi pandemi Corona di Jerman (dok. AP/Martin Meissner)
Berlin -

Jerman melaporkan rekor baru dengan mendeteksi 164.000 kasus virus Corona (COVID-19) dalam sehari di wilayahnya. Rekor baru itu tercatat saat majelis rendah pada parlemen Jerman bersiap membahas proposal yang akan mewajibkan warga untuk divaksinasi Corona.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (26/1/2022), pada awal pandemi, Jerman tergolong lebih sukses dibandingkan negara-negara lainnya dalam membatasi penularan melalui pelacakan kasus dan karantina.

Namun sejak musim panas lalu, kalangan skeptisisme vaksin dan kurangnya koordinasi regional telah memakan korban, ketidakpuasan publik pun meningkat.

Varian Omicron yang sangat menular, secara khusus, telah memicu peningkatan kasus Corona di Jerman.

Selain melaporkan 164.000 kasus dalam sehari, otoritas Jerman juga melaporkan pada Rabu (26/1) waktu setempat, bahwa sedikitnya 166 kematian dilaporkan dalam sehari. Dengan tambahan itu, maka total kematian akibat Corona di Jerman kini mencapai 117.126 orang.

Diketahui bahwa sekitar 75 persen populasi Jerman telah menerima setidaknya satu dosis vaksin Corona, dengan program vaksinasi di negara itu tersendat.

Angka itu tercatat lebih sedikit dibandingkan negara-negara Eropa Barat lainnya, seperti Prancis dengan 80 persen warganya telah divaksinasi, Italia dengan 83 persen populasinya telah divaksinasi, dan Spanyol yang 86 persen populasinya telah divaksinasi.

Proposal yang dibahas di parlemen Jerman itu mengatur ketentuan yang mewajibkan semua warga dewasa untuk divaksinasi Corona, atau hanya mewajibkan warga berusia 50 tahun ke atas untuk divaksinasi, atau mewajibkan orang-orang yang tidak divaksinasi untuk menerima konseling.

Berbagai seruan muncul di layanan pesan Telegram, untuk melakukan unjuk rasa di depan gedung parlemen Reichstag sebelum dan saat pembahasan proposal berlangsung.

Kalangan yang menentang wajib vaksin menyebutnya melanggar pasal kedua Konstitusi Jerman, yang menjamin kontrol warga atas tubuh mereka sendiri.

(nvc/ita)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT