ADVERTISEMENT

Bentrok di Armenia-Azerbaijan, Tiga Tentara Tewas

Eva Safitri - detikNews
Rabu, 12 Jan 2022 03:15 WIB
Sepekan terakhir ini dunia informasi media ramai diwarnai oleh berita perang antara Armenia dan Azerbaijan hingga Donald Trump dinyatakan positif Corona.
Bentrok Azerbaijan vs Armenia ( Foto: AP Photo/Sipan Gyulumyan)
Jakarta -

Azerbaijan dan Armenia melaporkan bentrokan di perbatasan mereka yang bergejolak pada hari Selasa. Bentrokan itu menewaskan satu tentara Azeri dan dua tentara Armenia.

Dilansir dari AFP, Rabu (12/1/2022), kedua negara Kaukasus bentrok pada akhir 2020 untuk menguasai wilayah Nagorno-Karabakh yang disengketakan, menyebabkan lebih dari 6.000 orang tewas dalam hitungan minggu.

Kementerian pertahanan Azerbaijan mengatakan tentara itu tewas sebagai akibat dari "provokasi" oleh pasukan Armenia dan bahwa "semua tanggung jawab atas ketegangan terletak pada kepemimpinan militer-politik Armenia".

Kementerian mengatakan pasukannya telah "menekan" musuh setelah insiden di daerah Kalbajar di perbatasan.

Armenia mengatakan Selasa malam bahwa dua tentaranya juga tewas, mencela apa yang digambarkan sebagai "tindakan provokatif" tentara Azeri.

Yerevan sebelumnya mengatakan Azerbaijan telah mengerahkan pesawat tak berawak dan artileri terhadap pasukannya di sebuah wilayah di perbatasan timur negara itu.

Distrik Kalbajar adalah salah satu dari beberapa Armenia yang diserahkan ke Azerbaijan sebagai bagian dari perjanjian gencatan senjata yang ditengahi oleh Moskow.

Kematian itu menyusul klaim dari separatis dukungan Armenia di Nagorno-Karabakh awal pekan ini bahwa pasukan Azerbaijan melepaskan tembakan di sebuah desa di wilayah itu, merusak sebuah mobil yang diparkir di dekat sebuah sekolah.

Para pejabat pertahanan di Nagorno-Karabakh mengatakan pasukan penjaga perdamaian Rusia yang dikerahkan ke wilayah pegunungan yang disengketakan telah disiagakan atas penembakan itu, yang dibantah oleh kementerian pertahanan Azerbaijan telah terjadi.

Separatis etnis Armenia di Nagorno-Karabakh memisahkan diri dari Azerbaijan ketika Uni Soviet runtuh pada tahun 1991, dan perang berikutnya merenggut sekitar 30.000 nyawa. Konflik sebagian besar tetap membeku hingga perang 2020.

(eva/eva)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT