Polisi Israel Tangkap Remaja Putri Usai Penikaman di Yerusalem

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 08 Des 2021 16:26 WIB
The Star of David and an Israeli flag are seen on top of a house in the Sheikh Jarrah neighbourhood of occupied east Jerusalem on May 5, 2021. - Israeli Jews backed by courts have taken over houses in Sheikh Jarrah in east Jerusalem on the grounds that Jewish families lived there before fleeing in Israels 1948 war for independence. The claimants seek to evict a total of 58 more Palestinians, according to the watchdog group Peace Now, and  Israels Supreme Court is set to announce a decision for four of those families on May 6, 2021. (Photo by Emmanuel DUNAND / AFP)
Ilustrasi -- Wilayah Sheikh Jarrah yang rawan konflik (dok. AFP/EMMANUEL DUNAND)
Yerusalem Timur -

Kepolisian Israel menangkap seorang remaja putri terkait penikaman yang melukai satu orang di wilayah Yerusalem Timur yang diselimuti ketegangan.

Seperti dilansir AFP, Rabu (8/12/2021), aksi penikaman itu terjadi di ruas jalanan menuju kawasan Sheikh Jarrah pada Rabu (8/12) pagi waktu setempat. Korban yang diidentifikasi berusia 26 tahun itu dilaporkan mengalami luka-luka 'ringan' dan telah dilarikan ke rumah sakit setempat.

Kepolisian Israel mengerahkan helikopter-helikopter dalam perburuan massal terhadap pelaku penikaman tersebut.

"Dalam beberapa menit terakhir, pasukan kepolisian menangkap seorang tersangka, masih di bawah umur, yang ditemukan oleh polisi di dalam sebuah institusi pendidikan di dekat lokasi insiden," demikian pernyataan Kepolisian Israel.

Sheikh Jarrah sebelumnya menjadi lokasi bentrokan terkait konflik Israel-Palestina. Kawasan itu menjadi tempat tinggal bagi sedikitnya tujuh keluarga Palestina yang tengah menunggu putusan pengadilan Israel soal rencana penggusuran mereka terkait gugatan pemukim Yahudi.

Proses hukum itu sebelumnya memicu konflik bersenjata di dan sekitar Gaza pada Mei.

Aksi penyerangan sporadis terhadap target-target Israel terjadi di Yerusalem Timur dan Tepi Barat dalam beberapa bulan terakhir. Sebagian besar serangan itu dilancarkan oleh penyerang tunggal atau yang disebut 'lone wolf' yang diketahui tidak memiliki keterkaitan dengan militan Palestina.