Australia Boikot Diplomatik Olimpiade Beijing, China: Tak Ada yang Peduli!

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 08 Des 2021 16:18 WIB
Jakarta -

Pemerintah China menanggapi pengumuman pemerintah Australia untuk melakukan boikot diplomatik Olimpiade Musim Dingin Beijing atas masalah hak asasi manusia. Australia mengumumkan hal itu setelah pemerintah Amerika Serikat melakukan hal serupa.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin mengecam Australia karena "secara membabi buta mengikuti" AS dalam mengumumkan boikot. Wenbin menyebut Australia melakukan "permainan egois".

"Apakah mereka datang atau tidak, tidak ada yang peduli," imbuhnya seperti diberitakan kantor berita AFP, Rabu (8/12/2021).

Sebelumnya, Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison mengatakan bahwa Australia tidak akan mengirim pejabat-pejabatnya ke Olimpiade Musim Dingin Beijing yang akan digelar Februari 2022 mendatang.

"Australia tidak akan mundur dari posisi kuat yang kami miliki untuk membela kepentingan Australia dan jelas tidak mengherankan bahwa kami tidak akan mengirim pejabat-pejabat Australia ke Olimpiade itu," kata Morrison.

Langkah pemerintah Australia ini tidak mencegah para atletnya untuk mengikuti pertandingan dalam Olimpiade Beijing 2022. Sekitar 40 atlet Australia dijadwalkan akan berkompetisi dalam Olimpiade yang dimulai 4 Februari 2022 itu, dengan para staf Komisi Olimpiade Australia (AOC) akan mendampingi mereka.

Keputusan Australia ini diumumkan sehari setelah AS mengumumkan pemboikotan secara diplomatik terhadap Olimpiade Beijing 2022. AS mendasari keputusannya itu atas apa yang disebutnya sebagai genosida oleh China terhadap minoritas Uighur di Xinjiang dan pelanggaran HAM lainnya.