Kedaluwarsa, 1 Juta Dosis Vaksin Corona Terbuang Percuma di Nigeria

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 08 Des 2021 10:06 WIB
Illustrative picture of covid-19 coronavirus vaccine vial
Ilustrasi (dok. iStock)
Abuja -

Sedikitnya 1 juta dosis vaksin virus Corona (COVID-19) terbuang percuma di Nigeria karena kedaluwarsa tanpa digunakan, terhitung sejak bulan lalu. Ini menjadi salah satu kasus kehilangan dosis vaksin terbanyak dalam satu waktu, yang juga menunjukkan kesulitan negara-negara Afrika menyalurkan pasokan vaksin di wilayahnya.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (8/12/2021), negara-negara Afrika mendorong lebih banyak pengiriman vaksin Corona dengan tingkat vaksinasi lebih lamban dari negara-negara kaya, yang meningkatkan risiko menyebarnya varian baru seperti Omicron yang pertama teridentifikasi di Afrika Selatan.

Di Nigeria, yang merupakan negara terpadat di Afrika dan dihuni lebih dari 200 juta orang, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut kurang dari 4 persen warga dewasa yang telah divaksinasi Corona secara penuh.

Namun lonjakan pasokan vaksin beberapa waktu terakhir juga memicu persoalan baru. Banyak negara-negara Afrika yang tidak memiliki kapasitas mengelola pasokan vaksin Corona, yang beberapa di antaranya memiliki masa simpan yang pendek.

Dua sumber yang memahami pengiriman dan penggunaan vaksin menuturkan kepada Reuters bahwa dosis-dosis vaksin yang kedaluwarsa itu merupakan buatan AstraZeneca dan dikirimkan dari Eropa. Pasokan itu dikirimkan via COVAX, program berbagai vaksin global yang dipimpin aliansi vaksin GAVI dan WHO.

Satu sumber lainnya yang juga memahami pengiriman vaksin menyebut beberapa dosis vaksin Corona itu tiba dalam waktu 4-6 minggu sebelum kedaluwarsa dan tidak bisa digunakan tepat waktu, meskipun ada upaya-upaya dari otoritas kesehatan.

Menurut sumber-sumber itu, sejumlah dosis vaksin yang kedaluwarsa masih dalam pengiriman dan jumlah resminya belum ditentukan secara jelas.

"Nigeria melakukan semua hal yang bisa dilakukan. Tapi negara ini berjuang dengan vaksin dengan masa simpan yang pendek. Sekarang (pasokannya) tidak bisa ditebak dan mereka mengirimkan terlalu banyak," tutur salah satu sumber kepada Reuters.

Simak juga 'Amarah Afsel-Nigeria Tak Terima Masuk Daftar Merah Perjalanan Dunia':

[Gambas:Video 20detik]