Arab Saudi Gempur Yaman Usai Serangan Rudal Balistik Houthi

Tim Detikcom - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 17:15 WIB
(FILES) In this file photo taken on April 13, 2018, four US-made F-16 fighter jets fly in formation during a drill near the Suao navy harbour in Yilan, eastern Taiwan.
Diplomacy has never been easy for Taiwan and is becoming ever more complex as it is caught between the United States under an unpredictable leader and an increasingly assertive China, which claims the self-ruling island as its own.
 / AFP PHOTO / SAM YEH / TO GO WITH AFP STORY TAIWAN-CHINA-US-DIPLOMACY-POLITICS,FOCUS BY MICHELLE YUN
ilustrasi (Foto: AFP PHOTO/SAM YEH)
Jakarta -

Otoritas Arab Saudi menyatakan bahwa pihaknya telah melancarkan serangan udara terhadap target-target di Yaman.

Serangan udara pada Senin (6/12) malam waktu setempat itu disebut sebagai pembalasan atas rudal balistik yang ditembakkan oleh kelompok pemberontak Houthi. Serangan udara itu disebut menghancurkan tempat peluncuran rudal Houthi di Sanaa, ibu kota Yaman.

"Kami telah menghancurkan tempat-tempat di Sanaa yang terkait dengan rudal balistik dan drone," tulis kantor berita resmi Saudi, SPA di Twitter seperti diberitakan kantor berita AFP, Selasa (7/12/2021).

SPA sebelumnya melaporkan bahwa militer Saudi telah mencegat dan menghancurkan sebuah rudal balistik yang ditembakkan ke kerajaan tersebut oleh pemberontak Houthi di negara tetangga Yaman.

SPA mengatakan target serangan balasan tersebut termasuk area "gua dan gudang rudal balistik rahasia di pinggiran Sanaa".

Kementerian Pertahanan Arab Saudi, yang dikutip oleh kantor berita itu, mengecam serangan rudal Houthi dan "perilaku pemberontak yang kejam dan tidak bertanggung jawab yang menargetkan warga sipil".

"Kementerian Pertahanan akan mengambil semua tindakan yang diperlukan dan pencegahan untuk melindungi warga sipil dan wilayahnya," kata SPA.

Pemberontak Houthi yang didukung Iran, menguasai sebagian besar wilayah Yaman utara, termasuk ibu kota Sanaa, yang mereka rebut pada tahun 2014.

Koalisi militer pimpinan Saudi melakukan intervensi di Yaman setahun kemudian untuk membantu pemerintah Yaman dalam konflik, yang telah menewaskan puluhan ribu orang dan menyebabkan jutaan orang mengungsi.

(ita/ita)