International Updates

Pria Sri Lanka Dibantai Massa di Pakistan, AS Janji Cegah Rusia Invasi Ukraina

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 04 Des 2021 19:09 WIB
Ilustrasi: pembunuhan, mayat, bunuh diri, garis polisi, police line
Ilustrasi (dok. Thinkstock)

- AS Bersumpah Akan Cegah Rusia Invasi Ukraina

Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, menyatakan dirinya akan membuatnya 'sangat, sangat sulit' bagi Rusia untuk melancarkan invasi apapun terhadap Ukraina. Otoritas Ukraina sebelumnya memperingatkan bahwa serangan skala besar mungkin direncanakan Rusia untuk Januari tahun depan.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (4/12/2021), AS dan Ukraina sama-sama menyebut Rusia meningkatkan pengerahan tentara ke dekat perbatasan Ukraina dan menuduh Rusia tengah merencanakan invasi. Biden menyatakan dirinya tengah mempersiapkan kebijakan baru untuk menghentikan rencana Rusia menginvasi Ukraina.

Biden dan Presiden Vladimir Putin akan melakukan panggilan video untuk membahas ketegangan yang meningkat ini. Kedua belah pihak telah mengonfirmasinya pada Jumat (3/12) waktu setempat.

- Presiden Brasil Akan Diselidiki karena Kaitkan Vaksin Corona dengan AIDS

Seorang hakim Mahkamah Agung Brasil memerintahkan penyelidikan terhadap Presiden Jair Bolsonaro terkait pernyataannya beberapa waktu lalu yang mengaitkan vaksin virus Corona (COVID-19) dengan penyakit AIDS.

Pernyataan Bolsonaro yang dipersoalkan itu, yang disampaikan dalam siaran langsung via berbagai platform media sosial pada Oktober lalu itu, menyebut vaksin Corona dapat meningkatkan kemungkinan tertular AIDS. Demikian seperti dilansir Reuters, Sabtu (4/12/2021).

Perintah penyelidikan terhadap Bolsonaro itu diberikan oleh hakim Mahkamah Agung, Alexandre de Moraes, pada Jumat (3/12) waktu setempat.

- Kasus Corona di Afrika Selatan Naik 4 Kali Lipat dalam 4 Hari

Jumlah kasus virus Corona (COVID-19) di Afrika Selatan meningkat nyaris empat kali lipat dalam empat hari terakhir. Kenaikan kasus ini menggarisbawahi kekhawatiran soal seberapa menular varian baru Omicron ketika negara itu memasuki gelombang keempat pandemi.

Seperti dilansir CNN, Sabtu (4/12/2021), otoritas kesehatan Afrika Selatan melaporkan 16.055 kasus baru Corona dalam sehari atau pada Jumat (4/12) waktu setempat. Angka itu naik drastis dari 4.373 kasus dalam sehari pada Selasa (30/11) waktu setempat.

Dengan tambahan itu, menurut data Institut Nasional untuk Penyakit Menular (NICD), total kasus Corona di Afrika Selatan kini menembus 3 juta kasus.


(nvc/nvc)