Rilis Dekrit, Pemimpin Taliban Minta Hak Wanita Afghanistan Ditegakkan

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 03 Des 2021 17:20 WIB
Hibatullah Akhundzada, Sosok Pemimpin di Balik Kelompok Taliban
Hibatullah Akhundzada (dok. BBC)
Kabul -

Taliban merilis dekrit yang mengatasnamakan pemimpin tertinggi mereka, Hibatullah Akhundzada, yang isinya menginstruksikan jajaran kementerian Afghanistan untuk 'mengambil tindakan serius' terkait hak-hak wanita. Namun dekrit itu tidak menyebut soal akses anak perempuan ke sekolah.

Seperti dilansir AFP, Jumat (3/12/2021), dekrit itu dirilis setelah Taliban mengambil alih kekuasaan sejak pertengahan Agustus lalu dan kini berupaya mencairkan akses terhadap aset Bank Sentral Afghanistan dan bantuan internasional senilai miliaran dolar yang ditangguhkan saat pemerintahan Afghanistan kolaps.

"Kepemimpinan Emirat Islam (sebutan Afghanistan di bawah Taliban-red) mengarahkan semua organisasi terkait... untuk mengambil tindakan serius untuk menegakkan hak-hak wanita," demikian bunyi dekrit yang mengutip Akhundzada tersebut.

Dekrit itu fokus membahas hak perkawinan dan hak para janda, dengan menyatakan bahwa 'tidak ada yang bisa memaksa wanita untuk menikah secara paksa atau di bawah tekanan' dan bahwa janda berhak atas bagian yang tetap yang jumlahnya tidak disebutkan dari warisan suaminya.

Dekrit itu menginstruksikan Kementerian Kebudayaan dan Informasi Afghanistan untuk mempublikasikan materi soal hak-hak wanita 'untuk mencegah penindasan berkelanjutan'.

Penghormatan hak-hak wanita telah berulang kali disebutkan oleh para donatur internasional sebagai syarat memulihkan bantuan.

Namun dekrit pemimpin Taliban itu tidak menyebut soal pendidikan menengah untuk anak perempuan, yang kini ditangguhkan, maupun soal akses pekerjaan untuk perempuan, yang dilarang bekerja di sektor publik sejak Taliban kembali berkuasa di Afghanistan.

Lihat juga Video: Taliban Kepung Selama 8 Jam Persembunyian ISIS

[Gambas:Video 20detik]