China Protes ke Dubes Jepang terkait Komentar Eks PM Soal Taiwan

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 02 Des 2021 15:04 WIB
Helicopters fly over President Office with Taiwan National flag during the National Day celebrations in Taipei, Taiwan, Saturday, Oct. 10, 2020. Taiwanese President Tsai Ing-wen said Saturday she has hopes for less tensions with China and in the region if Beijing will listen to Taipei’s concerns, alter its approach and restart dialogue with the self-ruled island democracy. (AP Photo/Chiang Ying-ying)
Ilustrasi (dok. AP Photo/Chiang Ying-ying)
Beijing -

Otoritas China memanggil Duta Besar Jepang untuk memprotes komentar soal Taiwan yang dinilai 'sangat keliru'. Komentar soal Taiwan itu disampaikan oleh mantan Perdana Menteri (PM) Jepang, Shinzo Abe, dalam sebuah forum yang digelar diskusi think-tank Taiwan pekan ini.

Seperti dilansir AFP, Kamis (2/12/2021), saat berpidato via video dalam forum yang digelar think-tank Taiwan pada Rabu (1/12) waktu setempat, Abe menyatakan bahwa situasi darurat untuk Taiwan akan menjadi situasi darurat juga bagi Jepang.

Dalam pidatonya, Abe juga memperingatkan bahwa 'orang-orang di Beijing, khususnya Presiden Xi Jinping, tidak boleh salah menilai itu'.

"Petualangan militer akan menjadi jalur menuju bunuh diri ekonomi," cetus Abe dalam pidatonya.

Merespons komentar itu, Kementerian Luar Negeri China langsung memanggil Duta Besar Jepang di Beijing, Hideo Tarumi, pada Rabu (1/12) malam waktu setempat. Kepada sang Dubes Jepang, otoritas China menyebut komentar Abe 'sangat mengganggu' urusan dalam negeri China.

Disebutkan juga oleh Kementerian Luar Negeri China bahwa komentar Abe itu merupakan 'pernyataan yang sangat keliru' soal Taiwan.

"Dalam sejarah, Jepang telah melancarkan agresi perang terhadap China, melakukan kejahatan keji terhadap warga China. Jepang tidak memiliki hak atau wewenang untuk menyampaikan pernyataan tidak bertanggung jawab soal masalah Taiwan," tegas Asisten Menteri Luar Negeri China, Hua Chunying.