Sempat Mundur, PM Wanita Pertama Swedia Kembali Menjabat

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 30 Nov 2021 16:07 WIB
Swedens Minister of Finance Magdalena Andersson and party chairman of the Social Democratic Party speaks, during a press conference after her meeting with the Swedish speaker of Parliament, in Stockholm, Thursday, Nov. 11, 2021. (Fredrik Persson/TT News Agency via AP)
Magdalena Andersson (Fredrik Persson/TT News Agency via AP)
Stockholm -

Magdalena Andersson diangkat kembali menjadi Perdana Menteri (PM) Swedia setelah gejolak politik yang memaksanya mengundurkan diri setelah baru beberapa jam menjabat pekan lalu. Andersson sebelumnya mencetak sejarah sebagai wanita pertama yang menjabat PM Swedia.

Seperti dilansir BBC, Selasa (30/11/2021), para anggota parlemen Swedia mendukung Andersson yang merupakan Ketua Partai Demokratik Sosial dengan selisih tipis dalam voting terbaru pada Senin (29/11) waktu setempat.

Dia akan berupaya memimpin pemerintahan satu partai hingga pemilu selanjutnya pada September tahun depan.

Andersson mundur dari jabatannya pada Rabu (24/11) lalu setelah koalisi pemerintahannya kolaps. Beberapa jam sebelumnya, Andersson terpilih menjadi PM wanita pertama di Swedia dalam voting di parlemen dengan selisih hanya satu suara.

Namun rencana ekonom berusia 54 tahun itu untuk membentuk koalisi pemerintahan baru dengan Partai Hijau menjadi kacau balau saat rencana anggarannya gagal disetujui.

Parlemen Swedia justru mendukung rencana anggaran yang disusun partai-partai oposisi, termasuk Partai Demokrat Swedia yang beraliran sayap kanan jauh. Partai Hijau saat itu menegaskan tidak akan menerima rencana anggaran dari oposisi dan keluar dari koalisi pemerintahan Andersson yang memicu kehancuran.

Menurut ketentuan yang berlaku, PM Swedia diharapkan mengundurkan diri jika ada partai koalisi yang meninggalkan pemerintahan.

Dalam voting terbaru di parlemen Swedia, Riksdag, pada Senin (29/11) waktu setempat, sebanyak 101 anggota parlemen -- dari total 349 anggota -- menyatakan iya, sebanyak 75 anggota lainnya abstain dan 173 anggota menyatakan tidak.

Untuk bisa terpilih kembali menjadi PM di bawah sistem polisi Swedia, seorang kandidat hanya perlu menghindari suara mayoritas yang menentang mereka. Dengan kata lain, diperlukan 175 suara anggota parlemen untuk menolak Andersson dan hal itu tidak tercapai dalam voting terbaru.

Dalam konferensi pers usai voting parlemen, Andersson menyatakan siap untuk 'membawa Swedia maju' dengan program yang fokus pada kesejahteraan, perubahan iklim dan pemberantasan kriminal.

Namun tanpa dukungan partai lainnya, Andersson akan berjuang untuk meloloskan legislasi dalam parlemen, terutama karena Partai Demokratik Sosial yang dipimpinnya hanya memegang 100 kursi dari total 349 kursi parlemen.

(nvc/ita)