Pasangan Kabur dari Karantina di Belanda: Kami Diperlakukan Seperti Anjing

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 30 Nov 2021 15:39 WIB
Belanda melaporkan sekiat 90.047 kasus Corona dengan 2.000 kasus baru dalam 24 jam terakhir. Pihak berwenang setempat langsung berlakukan jam malam.
Ilustrasi (dok. Getty Images/Pierre Crom)
Amsterdam -

Dua warga negara asing yang kabur dari karantina di Belanda kini ditempatkan dalam isolasi di rumah sakit setempat. Pasangan asal Portugal dan Spanyol itu mengakui mereka 'diperlakukan seperti anjing'.

Seperti dilansir AFP, Senin (30/11/2021), kepolisian perbatasan Belanda menyatakan bahwa pria Portugal dan wanita Spanyol itu ditangkap di dalam sebuah pesawat tujuan Spanyol di Bandara Schiphol, Amsterdam, pada Minggu (28/11) waktu setempat.

Mereka masuk dalam kelompok puluhan orang yang dikarantina di hotel bandara setelah 61 penumpang dalam dua penerbangan maskapai KLM dari Afrika Selatan dinyatakan positif Corona, dengan 14 orang di antaranya dikonfirmasi terinfeksi varian baru Omicron.

"Kami mendengar orang-orang meninggalkan hotel, sangat disayangkan, padahal mereka disarankan untuk tetap di sana. Jadi kami harus mengambil tindakan dan melakukan penangkapan," ucap juru bicara kepolisian perbatasan di Bandara Schiphol, Robert van Kapel, kepada AFP.

"Sekarang mereka berada di tempat di mana mereka diisolasi, di sebuah rumah sakit," sebutnya.

Pasangan yang diidentifikasi sebagai Carolina Pimenta dan Andres Sanz itu menuturkan kepada televisi lokal Belanda, RTL, bahwa mereka dinyatakan negatif Corona sebelum terbang dari Afrika Selatan, namun Pimenta dinyatakan positif Corona saat transit di Amsterdam dalam perjalanan ke Spanyol.

Keduanya bersikeras menyatakan bahwa setelah berhari-hari meminta tes Corona ulang dan mendapatkan dua hasil negatif untuk tes mandiri (self-test), seorang pejabat otoritas kesehatan Belanda dan seorang petugas keamanan di hotel karantina Ramada menyatakan mereka bisa pergi dan tidak akan terkena masalah.

"Tuduhan bahwa kami kabur dari karantina terlalu konyol untuk dilontarkan. Tidak ada yang memberitahu kami seperti apa aturannya, kami diperlakukan seperti anjing," ucap Pimenta yang menyebut dirinya sebagai seorang peneliti biomedis, seperti dikutip RTL.