Pfizer Mulai Kembangkan Vaksin untuk Tangkal Varian Omicron

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 30 Nov 2021 11:02 WIB
FILE - In this Nov. 9, 2020, file photo, a general view of Pfizer Manufacturing Belgium in Puurs, Belgium. Pfizer and BioNTech say theyve won permission Wednesday, Dec. 2, 2020, for emergency use of their COVID-19 vaccine in Britain, the world’s first coronavirus shot that’s backed by rigorous science -- and a major step toward eventually ending the pandemic.(AP Photo/Virginia Mayo, File)
Ilustrasi (dok. AP/Virginia Mayo)
Washington DC -

Produsen obat-obatan Amerika Serikat (AS), Pfizer, mulai mengembangkan versi vaksin virus Corona (COVID-19) yang secara spesifik menargetkan varian baru Omicron, yang memicu kekhawatiran global. Pengembangan dimaksudkan sebagai antisipasi jika vaksin yang kini beredar tidak efektif terhadap varian terbaru itu.

Seperti dilansir AFP, Selasa (30/11/2021), CEO Pfizer, Albert Bourla, menuturkan bahwa perusahaannya mulai menguji vaksin Corona yang kini beredar terhadap varian Omicron sejak Jumat (26/11) lalu. Varian Omicron yang pertama dilaporkan di Afrika Selatan kembali memicu kekhawatiran gelombang global Corona.

"Saya tidak berpikir hasilnya adalah vaksinnya tidak melindungi," ucap Bourla dalam wawancara dengan CNBC pada Senin (29/11) waktu setempat.

Namun, lanjut Bourla, pengujian akan bisa menunjukkan apakah vaksin Corona buatan Pfizer yang kini beredar akan 'lebih sedikit melindungi', yang berarti 'bahwa kita perlu membuat vaksin baru'.

"Jumat (26/11), kami membuat template DNA pertama kami, yang merupakan kemungkinan perubahan pertama dari proses pengembangan vaksin baru," tutur Bourla.

Pada Senin (29/11) waktu setempat, produsen vaksin Corona lainnya, Johnson & Johnson, menyatakan pihaknya tengah 'mengupayakan sebuah vaksin varian khusus Omicron dan akan mengembangkannya sesuai kebutuhan'.

Sedangkan produsen vaksin Corona lainnya, Moderna, menyatakan pada Jumat (26/11) waktu setempat, bahwa pihaknya sedang mengembangkan suntikan booster untuk varian Omicron.