Muncul Varian Omicron, Inggris Perketat Aturan Perjalanan-Pemakaian Masker

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Minggu, 28 Nov 2021 12:20 WIB
Inggris kembali jadi sorotan usai kembali diamuk COVID-19. Negara itu kini terus memantau mutasi baru varian Delta Plus COVID-19 yang diberi nama AY.4.2.
ilustrasi (Foto: AP Photo/Alberto Pezzali)
London -

Inggris mengumumkan langkah-langkah baru untuk mencoba memperlambat penyebaran varian baru virus corona Omicron yang baru saja diidentifikasi. Sementara itu, seorang pejabat tinggi Kementerian Kesehatan menyebut ada 'peluang yang masuk akal' bahwa vaksin bisa kurang efektif melawannya.

Adapun langkah-langkah pencegahan penyebaran varian Omicron disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Boris Johnson. Kedatangan dari semua negara harus mengisolasi diri sampai menerima hasil negatif dari tes PCR, masker harus dipakai dalam pengaturan ritel dan sudah waktunya untuk meningkatkan suntikan booster.

"Kita perlu mengulur waktu bagi para ilmuwan kita untuk memahami dengan tepat apa yang sedang kita hadapi," katanya dalam konferensi pers, seperti dilansir Reuters, Minggu (28/11/2021).

Johnson mengatakan mereka yang terlibat kontrak dengan pasien positif diduga varian Omicron harus karantina mandiri selama 10 hari. Masker juga wajib dipakai di berbagai toko dan transportasi umum. Masker boleh dilepaskan saat di restoran maupun di pub.

Kepala Petugas Medis Inggris Chris Whitty mengatakan pada konferensi pers yang sama bahwa ada kemungkinan yang masuk akal bahwa varian yang baru diidentifikasi kurang bisa ditangani dengan vaksin.

"Ada kemungkinan yang masuk akal bahwa setidaknya akan ada tingkat lolosnya vaksin dengan varian ini," katanya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Sajid Javid mengkonfirmasi ada dua kasus varian Omicron di Inggris, di mana keduanya saling terkait karena melakukan perjalanan ke Afrika Selatan.

"Setelah pengurutan genom semalam, Badan Keamanan Kesehatan Inggris telah mengkonfirmasi bahwa dua kasus Covid-19 dengan mutasi yang konsisten dengan B.1.1.529 (Omicron) telah diidentifikasi di Inggris," kata pernyataan pemerintah seperti dilansir AFP, Sabtu (27/11/2021).

"Kedua kasus itu terkait dan ada kaitan dengan perjalanan ke Afrika selatan," katanya.

Simak video 'Varian Omicron 5 Kali Lipat Lebih Cepat Menular Dibanding Delta':

[Gambas:Video 20detik]