Geger Varian Omicron, Thailand Tolak Pelancong dari 8 Negara Afrika

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 27 Nov 2021 16:42 WIB
Virus In Red Background - Microbiology And Virology Concept
Foto: Getty Images/iStockphoto/loops7
Jakarta -

Mengikuti langkah banyak negara lain di dunia, Thailand mengatakan akan melarang masuk para pelancong dari delapan negara Afrika selatan, di mana varian baru COVID-19 telah muncul.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menamai varian baru ini Omicron, dan para ilmuwan bergegas untuk memahami perilakunya dan apakah vaksin perlu penyesuaian.

Varian baru yang menimbulkan kekhawatiran ini telah mencapai Asia dan Eropa, dengan satu kasus di Hong Kong dan satu kasus infeksi yang dikonfirmasi di Belgia.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Sabtu (27/11/2021), Departemen Pengendalian Penyakit Thailand mengatakan orang-orang dari Botswana, Eswatini, Lesotho, Malawi, Mozambik, Namibia, Afrika Selatan, dan Zimbabwe akan dilarang masuk mulai Desember. Mulai hari Sabtu ini mereka tidak akan dapat mendaftar untuk memasuki Thailand.

"Mereka yang telah disetujui untuk memasuki negara dari delapan negara ini akan diperintahkan untuk menjalani karantina wajib tambahan selama 14 hari, mulai sekarang," kata Direktur Jenderal Departemen Pengendalian Penyakit Thailand, Opas Karnkawinpong kepada wartawan.

Orang-orang dari negara-negara Afrika lainnya yang telah mendapatkan persetujuan untuk mengunjungi Thailand akan dikenakan karantina hotel selama 14 hari.

Opas menekankan bahwa tidak ada negara Afrika yang masuk dalam daftar 63 negara yang memenuhi syarat untuk perjalanan bebas karantina ke Thailand, yang dimulai bulan ini.

Thailand sejauh ini telah mencatat lebih dari 2,1 juta kasus infeksi COVId-19, sebagian besar terjadi sejak varian Delta masuk ke negara itu pada April lalu.

Hingga kini, hanya 57 persen dari populasi 70 juta orang yang telah divaksinasi lengkap.

(ita/ita)