Varian Omicron Bikin Khawatir, Amerika Serikat Batasi Perjalanan dari Afrika

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 27 Nov 2021 14:01 WIB
Virus In Red Background - Microbiology And Virology Concept
Foto: Getty Images/iStockphoto/loops7
Jakarta -

Amerika Serikat, Brasil, Kanada, dan Arab Saudi juga memutuskan untuk membatasi perjalanan dari Afrika Selatan, tempat ditemukannya varian baru COVID-19 yang diberi nama Omicron. Sebuah varian baru yang menimbulkan keprihatinan karena berpotensi memberikan pukulan berat bagi upaya dunia untuk mengakhiri pandemi virus Corona.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan strain B.1.1.529 ini lebih menular daripada strain Delta yang dominan dan sangat menular. Varian ini telah mencapai Eropa dengan satu kasus yang dikonfirmasi di Belgia setelah pertama kali ditemukan di Afrika Selatan.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Sabtu (27/11/2021), para wisatawan yang cemas di Johannesburg, Afrika Selatan, bergegas ke bandara untuk mengejar penerbangan terakhir, seiring negara-negara di seluruh dunia mulai menutup pintu mereka, sementara banyak yang khawatir varian baru itu bisa lebih tahan terhadap vaksin.

Para ilmuwan tengah bergegas untuk menentukan ancaman yang ditimbulkan oleh strain yang sangat bermutasi, dan apakah vaksin virus Corona saat ini harus disesuaikan.

WHO mengatakan perlu beberapa minggu untuk memahami varian tersebut dan memperingatkan agar tidak memaksakan pembatasan perjalanan, sementara bukti ilmiah masih sedikit.

Sebelumnya, Austria, Republik Ceko, Jerman, Italia, Siprus dan Belanda bergabung dengan Inggris pada Jumat (26/11) dalam menangguhkan penerbangan negara-negara Afrika selatan.

Amerika Serikat, Brasil, Kanada, dan Guatemala kemudian juga membatasi perjalanan dari wilayah Afrika Selatan, Botswana, Eswatini (Swaziland), Lesotho, Namibia, Zambia, Mozambik, Malawi dan Zimbabwe. tersebut.