Rusia Luncurkan Satelit Militer Rahasia

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 25 Nov 2021 18:07 WIB
Russian Flag --- Image by  Royalty-Free/Corbis
Foto: Internet/Royalty-Free/Corbis
Jakarta -

Rusia pada hari Kamis (25/11) berhasil menempatkan satelit militer ke orbit, yang diyakini sebagai bagian dari sistem anti-rudal peringatan dini Kremlin.

Seperti diberitakan AFP, Kamis (25/11/2021), Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan, sebuah roket Soyuz yang membawa muatan rahasia meluncur dari kosmodrom Plesetsk di Rusia utara pada Kamis dini hari waktu setempat.

"Sebuah roket diluncurkan yang menempatkan pesawat ruang angkasa ke orbit untuk kepentingan Kementerian Pertahanan," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita Interfax.

Kementerian tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai peluncuran roket itu.

Menurut situs web Spaceflightnow, yang mencakup peluncuran luar angkasa, peluncuran roket Soyuz tersebut dapat mengirimkan satelit Tundra.

Menurut Interfax, Rusia sebelumnya telah meluncurkan satelit Tundra pada 2015, 2017 dan 2019.

Situs web spesialis Russian Space Web mengatakan jalur darat peluncuran pada Kamis (25/11) itu "cocok dengan misi sebelumnya" yang mengirimkan satelit untuk sistem peringatan rudal Rusia bernama Kupol atau kubah.

Diluncurkan pada tahun 2019, Kupol dirancang untuk mendeteksi peluncuran rudal balistik dan melacaknya ke lokasi pendaratannya, meskipun konfigurasi pastinya tidak diketahui.

Pada tahun 2018, Amerika Serikat yang mencurigai Rusia berusaha mengembangkan senjata luar angkasa, mengatakan pihaknya khawatir dengan "perilaku yang sangat tidak normal" dari satelit Rusia. Moskow menanggapi kecurigaan AS itu dengan menyebutnya sebagai "tuduhan tidak berdasar".

Pekan lalu, Rusia menuai kecaman internasional setelah militernya meluncurkan rudal ke antariksa yang menghancurkan satelit, yang menciptakan awan puing-puing ruang angkasa yang memaksa kru di Stasiun Luar Angkasa Internasional untuk berlindung.

(ita/ita)