Pengadilan India Batalkan Hukuman Mati Pemerkosa, Ini Alasannya

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 25 Nov 2021 17:18 WIB
Judge In Gloves To Protect From Coronavirus Writing On Paper
ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/AndreyPopov)
Jakarta -

Pengadilan Tinggi Mumbai, India pada hari Kamis (25/11) meringankan hukuman mati terhadap tiga pria yang dihukum dalam kasus pemerkosaan yang memicu kemarahan publik.

Serangan pada tahun 2013 itu terjadi menyusul kasus pemerkosaan pada tahun sebelumnya yang menewaskan seorang wanita di New Delhi, yang memicu protes nasional yang menghasilkan undang-undang anti-pemerkosaan yang lebih keras.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Kamis (25/11/2021), tiga pria di Mumbai, bersama dengan dua kaki tangannya, berulang kali memperkosa seorang jurnalis foto berusia 22 tahun saat dia sedang bertugas di kompleks pabrik yang tidak terpakai.

Kompleks Shakti Mills berdiri di sebelah area apartemen, blok perkantoran, toko, dan restoran di Mumbai, pusat keuangan India.

Serangan itu membuat cemas penduduk Mumbai, kota metropolitan yang dianggap jauh lebih aman bagi perempuan daripada ibu kota New Delhi. Aksi protes pun terjadi di kota itu. Kegemparan juga terjadi di parlemen nasional.

Polisi Mumbai menangkap kelima pelaku dalam waktu seminggu setelah insiden itu.

Kasus ini mendorong seorang operator telepon berusia 19 tahun untuk melaporkan bahwa tiga dari lima pria itu juga telah memperkosanya di tempat yang sama sebulan sebelumnya, bersama dengan dua kaki tangan yang berbeda.

Lihat juga Video: PM India Cabut UU Agraria Kontroversial, Warga Pun Berpesta

[Gambas:Video 20detik]