PBB: Perang Yaman Bisa Renggut 377.000 Nyawa hingga Akhir 2021

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 24 Nov 2021 08:55 WIB
AL KHAWKHAH, YEMEN - SEPTEMBER 18: Fatima Ali sits with her daughter, Namih, who is undergoing treatment for severe acute malnutrition at a health clinic on September 18, 2018 in Al Khawkhah, Yemen. Ali and her daughter fled fighting in Haiz, a frontline in Hodeidah province, and have been displaced from their home for nine months. A coalition military campaign has moved west along Yemens coast toward Hodeidah, where increasingly bloody battles have killed hundreds since June, putting the countrys fragile food supply at risk. (Photo by Andrew Renneisen/Getty Images)
potret bocah Yaman yang terancam kelaparan (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Perang di Yaman telah berlangsung tujuh tahun dan belum juga menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Ratusan ribu nyawa telah melayang selama perang tak berkesudahan itu.

Dalam laporan yang diterbitkan pada Selasa (23/11) waktu setempat, sebuah badan PBB memperkirakan bahwa perang Yaman bisa merenggut 377.000 nyawa hingga akhir tahun 2021 ini, baik karena dampak langsung perang maupun tidak langsung.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Rabu (24/11/2021), badan PBB tersebut menyatakan hampir 60 persen kematian akan disebabkan oleh dampak tidak langsung seperti kekurangan air bersih, kelaparan dan penyakit. Disebutkan bahwa pertempuran secara langsung membunuh lebih dari 150.000 orang.

Sebagian besar dari mereka yang terbunuh oleh dampak tidak langsung perang adalah "anak-anak kecil yang sangat rentan terhadap kekurangan gizi," demikian laporan UN Development Programme (UNDP) atau Program Pembangunan PBB.

"Pada tahun 2021, seorang bocah Yaman di bawah usia lima tahun meninggal setiap sembilan menit karena konflik tersebut," demikian laporan UNDP.

Koalisi militer pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi di Yaman pada awal 2015 untuk membantu pemerintah Yaman setelah kelompok pemberontak Houthi yang didukung Iran merebut ibu kota Sanaa beberapa bulan sebelumnya.

Pertempuran sejak itu memiliki "efek bencana pada pembangunan bangsa," kata laporan UNDP itu.

Simak juga video 'PBB-AS Kecam Penyanderaan Staf Kedubes di Yaman oleh Kelompok Houthi':

[Gambas:Video 20detik]