Ribuan Warga Australia Berdemo Tolak Vaksinasi Corona

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 20 Nov 2021 17:03 WIB
People hold up placards during a rally against Covid-19 lockdown and vaccination measures in Melbourne on November 20, 2021. (Photo by William WEST / AFP)
Unjuk rasa anti-vaksinasi Corona di Melbourne (dok. AFP/WILLIAM WEST)
Melbourne -

Ribuan demonstran berkumpul di berbagai kota besar di Australia untuk menolak vaksinasi virus Corona (COVID-19). Aksi protes tandingan yang mendukung langkah-langkah protokol kesehatan di Australia juga digelar secara terpisah.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (20/11/2021), program vaksinasi Corona di Australia bersifat sukarela dan dinilai sangat berhasil, dengan nyaris 85 persen penduduk yang berusia 16 tahun ke atas di negara itu telah divaksinasi Corona sepenuhnya. Bahkan kehidupan telah kembali relatif normal bagi mereka yang sudah divaksinasi.

Namun para demonstran yang menggelar aksi pada Sabtu (20/11) waktu setempat di berbagai kota besar di Australia menentang aturan wajib vaksin Corona, yang memang tidak berlaku secara universal dan hanya menargetkan profesi tertentu oleh otoritas masing-masing negara bagian.

Di Melbourne, yang terletak di negara bagian Victoria, kerumunan ribuan orang menyerukan agar pemimpin negara bagian itu, Daniel Andrews, dijebloskan ke penjara. Mereka juga menyuarakan kemarahan atas usulan wewenang baru selama pandemi yang dianggap kontroversial.

Untuk di Sydney, yang terletak di negara bagian New South Wales, kepolisian setempat menyebut sekitar 10.000 orang berkumpul untuk memprotes vaksinasi Corona.

Meskipun pandangan soal vaksinasi di Sydney cenderung beragam, kehadiran pandangan anti-vaksinasi dan konspirasi bayangan kerap diserukan oleh para pembicara dan disampaikan melalui banyak tanda.

"Di Australia di mana kultus fanatik mengelola birokrasi kesehatan kita, mereka mengatakan itu tidak apa-apa (untuk memvaksinasi anak-anak)," ucap politikus federal sayap kanan, Craig Kelly, kepada kerumunan demonstran di Sydney.

Kelly yang merupakan anggota parlemen di Canberra ini diketahui secara rutin menyebarkan informasi keliru dan teori konspirasi soal pandemi Corona.

Tonton juga Video: Penyelamatan Seorang Pria di Australia Terseret Banjir

[Gambas:Video 20detik]