Banjir Bandang Terjang India, 30 Orang Dikhawatirkan Tewas atau Hilang

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 20 Nov 2021 16:19 WIB
Indias northeast monsoon usually runs from October to December, bringing heavy rain, particularly to the south. (File/AFP)
Ilustrasi -- Banjir di India (dok. AFP)
New Delhi -

Sedikitnya 30 orang dikhawatirkan tewas atau hilang setelah banjir bandang menerjang wilayah India bagian selatan. Dilaporkan tiga bus hanyut tersapu arus banjir yang deras dalam sebuah insiden di wilayah Andhra Pradesh.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (20/11/2021), tim penyelamat mengevakuasi belasan jenazah setelah tiga bus hanyut terbawa arus banjir bandang di wilayah Andhra Pradesh pada Jumat (19/11) waktu setempat.

Media lokal The NewsMinute melaporkan sekitar 18 orang lainnya dilaporkan masih hilang dalam insiden tersebut.

Para analis menyatakan cuaca ekstrem dan tidak bisa diduga yang melanda wilayah Asia Selatan dipicu oleh perubahan iklim, diperburuk oleh pembangunan bendungan, deforestasi dan pembangunan berlebihan.

Puluhan orang tewas di India sejak Oktober lalu setelah hujan deras memicu banjir dan tanah longsor. Kantor prakiraan cuaca India menyebut lebih banyak hujan deras diperkirakan akan mengguyur beberapa area di selatan India pada Sabtu (20/11) waktu setempat.

Sedikitnya 42 orang tewas saat hujan deras mengguyur Kerala, bulan lalu. Pada Jumat (19/11) waktu setempat, otoritas Kerala menutup akses masuk ke Sabarimala, salah satu kuil Hindu tersuci, akibat hujan deras.

Penutupan dilakukan karena ratusan peziarah melakukan perjalanan ke kuil tersebut pada musim ziarah tahunan selama dua bulan.

Kenaikan ketinggian air di Sungai Pamba, yang disucikan oleh para peziarah, memaksa otoritas setempat menghentikan aliran peziarah selama sehari.

(nvc/idh)