Pesawat Militer China-Rusia Dekati Wilayahnya, Korsel Kerahkan Jet Tempur

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 19 Nov 2021 17:28 WIB
A South Korean F-15K jet fighter takes off during the
Ilustrasi -- Jet tempur Korsel (dok. Jung Yeon-Je/AFP/Getty Images)
Seoul -

Militer Korea Selatan (Korsel) mengerahkan sejumlah jet tempur setelah dua pesawat militer China dan tujuh pesawat militer Rusia mengudara ke zona identifikasi pertahanan udara.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (19/11/2021), Kepala Staf Gabungan Korsel (JCS) dalam pernyataannya menyebut pesawat militer China dan Rusia itu terbang memasuki wilayah timur laut Zona Identifikasi Pertahanan Udara (KADIZ) untuk periode yang tidak ditentukan sebelum keluar.

JCS menambahkan bahwa pesawat-pesawat militer China dan Rusia itu tidak melanggar wilayah udara Korsel.

Disebutkan JCS bahwa sejumlah jet tempur Korsel dan pesawat tanker pengisi bahan bakar di udara dikerahkan sebagai langkah normal untuk menghadapi potensi situasi tak diduga.

Dalam pernyataannya, JCS juga menyebut bahwa militer China dalam responsnya mengklaim sedang menggelar latihan rutin. "Kami menilai situasinya sebagai latihan gabungan militer China dan Rusia, tapi analisis tambahan diperlukan," sebut JCS dalam pernyataannya.

Diketahui bahwa pesawat-pesawat militer China dan Rusia sering memasuki zona identifikasi pertahanan udara Korsel dalam beberapa tahun terakhir, di tengah klaim saling bertentangan soal zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ).

Tidak seperti wilayah udara, ADIZ merupakan area di mana negara-negara bisa secara sepihak menuntut pesawat asing untuk mengambil langkah-langkah khusus untuk mengidentifikasi diri mereka. Hukum internasional tidak mengatur ADIZ.

Rusia diketahui tidak mengakui KADIZ, sementara China menyebut area itu bukan wilayah udara dan semua negara seharusnya menikmati kebebasan pergerakan di area tersebut.

Tahun 2019 lalu, sejumlah pesawat perang Korsel melepaskan ratusan tembakan peringatan ke arah pesawat militer Rusia yang memasuki wilayah udara Korsel saat patroli udara gabungan dengan China.

Saat itu, Korsel dan Jepang mengerahkan jet tempur untuk mencegat patroli pesawat Rusia dan China, juga menuduh kedua negara itu melanggar wilayah udara. Baik Rusia maupun China membantah tuduhan itu.

(nvc/ita)