Digempur Arab Saudi Cs, Houthi Kehilangan Nyaris 15.000 Anggota!

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 19 Nov 2021 11:11 WIB
FILE - In this Sept. 21, 2019, file photo, Shiite Houthi tribesmen hold their weapons as they chant slogans during a tribal gathering showing support for the Houthi movement, in Sanaa, Yemen. The United Nations Human Rights Office of the High Commissioner replaced its chief in Yemen, Elobaid Ahmed Elobaid, nearly nine months after the Houthis who control northern Yemen denied him entry, documents dated Tuesday, June 9, 2020 obtained by The Associated Press show. (AP Photo/Hani Mohammed, File)
Ilustrasi -- Pemberontak Houthi di Yaman (dok. AP Photo/Hani Mohammed, File)
Sanaa -

Kelompok pemberontak Houthi menyebut nyaris 15 ribu anggotanya tewas dalam pertempuran di dekat kota strategis Marib, Yaman, sejak pertengahan Juni. Ini menjadi pengakuan yang tergolong langka dari Houthi sejak konflik Yaman selama tujuh tahun terakhir.

Seperti dilansir AFP, Jumat (19/11/2021), hal itu disampaikan oleh sejumlah pejabat dari kementerian yang dikelola Houthi di Yaman. Houthi sebelumnya jarang mengomentari atau menyebut jumlah korban jiwa dalam pertempuran di wilayah Yaman.

"Serangan udara yang diluncurkan oleh koalisi militer pimpinan (Arab) Saudi dan pertempuran telah menewaskan nyaris 14.700 anggota Houthi sejak pertengahan Juni di dekat Marib," sebut seorang pejabat Kementerian Pertahanan yang dikuasai Houthi, yang enggan disebut namanya, kepada AFP.

Seorang pejabat lainnya dari kementerian yang sama mengonfirmasi jumlah pemberontak Houthi yang tewas.

Secara terpisah, dua pejabat militer pemerintah yang juga enggan disebut namanya menuturkan kepada AFP bahwa lebih dari 1.200 petempur dari pihak pro-pemerintah tewas dalam periode yang sama selama lima bulan saat mempertahankan area-area di dekat Marib.

Kota Marib yang kaya minyak menjadi benteng pertahanan terakhir bagi pemerintah Yaman yang diakui internasional. Houthi yang didukung Iran memulai penyerbuan ke kota tersebut sejak tahun lalu.

Pertempuran itu sempat terhenti beberapa kali dengan adanya perundingan, namun Houthi memperbarui serangan mereka sejak Februari lalu. Serangan besar terpantau terjadi pada Juni lalu dan pertempuran semakin memanas sejak September.