Presiden Nikaragua Dilarang Masuk ke Amerika Serikat

Arief Ikhsanudin - detikNews
Rabu, 17 Nov 2021 03:44 WIB
Kondisi masih memanas di Nikaragua. Aksi demo yang berawal dari protes kebijakan pemerintah membesar menjadi upaya penggulingan kekuasaan presiden Daniel Ortega.
Foto: Dok
Jakarta -

Pemerintah Amerika Serikat (AS) resmi melarang Presiden Nikaragua, Daniel Ortega masuk wilayah AS. Kebijakan ini diambil oleh Pemerintahan Joe Biden menyusul penyelenggaraan pemilu yang dinilai tak demokratis di Nikaragua.

Dilansir AFP, Rabu (17/11/2021), Pemerintahan Joe Biden menuduh Prsiden Nikaragua melakukan "tindakan represif, dan kasar."

Larangan itu tak hanya berlaku untuk Presiden, tapi untuk seluruh anggota pemerintah termasuk Istri Ortega, yang kini menjabat sebagai Wakil Presiden.

"Tindakan represif dan kasar dari pemerintah Ortega dan mereka yang mendukungnya memaksa Amerika Serikat untuk bertindak," kata Joe Biden dalam sebuah pengumuman.

"Tindakan pemerintah Ortega yang tidak demokratis dan otoriter telah melumpuhkan proses pemilihan."

Sebelumnya, Daniel Ortega dipastikan kembali memenangi pemilihan presiden di Nikaragua, yang dikecam Presiden Amerika Serikat Joe Biden sebagai "pemilihan palsu" setelah para lawan politiknya dipenjara ataupun mengasingkan diri ke luar negeri.

Dari sekitar 76% suara yang sudah diraih, Ortega memastikan masa kepresidenannya untuk periode keempat, kata kantor berita Reuters.

Dengan demikian mantan komandan gerilyawan Marxist yang kini berusia 75 tahun itu menancapkan statusnya sebagai pemimpin terlama saat ini di Benua Amerika.


Dalam pemilu yang digelar Minggu waktu setempat (07/11), dia sudah hampir dipastikan memperpanjang jabatannya selama lima tahun ke depan.

Namun para seterunya dan juga beberapa negara tetangga Nikaragua menyebut pemilu itu sebagai "lelucon" karena sudah bisa ditebak hasilnya.

Tonton juga Video: Xi Jinping Peringatkan Biden 'Jangan Bermain Api' Menyikapi Taiwan

[Gambas:Video 20detik]




(aik/aik)