Kim Jong-Un Muncul di Depan Publik Usai Diisukan Meninggal

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 16 Nov 2021 11:14 WIB
In this photo provided by the North Korean government, North Korean leader Kim Jong Un speaks during a parliament meeting in Pyongyang, North Korea Wednesday, Sept. 29, 2021. Independent journalists were not given access to cover the event depicted in this image distributed by the North Korean government. The content of this image is as provided and cannot be independently verified. (Korean Central News Agency/Korea News Service via AP)
Pemimpin Korut Kim Jong-Un (Foto: Korean Central News Agency/Korea News Service via AP)
Jakarta -

Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un kembali muncul di depan publik setelah lebih dari sebulan menghilang dari pandangan publik, bahkan sempat diisukan meninggal. Kim muncul untuk memeriksa proyek pembangunan besar di dekat perbatasan dengan China, yang disebutnya melambangkan "kemauan kuat" negaranya untuk mencapai kemakmuran dalam menghadapi isolasi dan tekanan internasional.

Seperti diberitakan Associated Press, Selasa (16/11/2021), kantor berita resmi Korea Utara, KCNA melaporkan bahwa Kim menyatakan kepuasan selama kunjungannya ke kota Samjiyon atas kemajuan konstruksi di daerah yang disebutnya "tempat suci matahari" tersebut.

Samjiyon yang berada di kaki Gunung Paektu, digambarkan oleh narasi resmi sebagai pusat spiritual revolusi negara.

Membangun Samjiyon menjadi "model kota berbudaya" adalah salah satu fokus utama dari kampanye konstruksi nasional yang ingin diselesaikan Korea Utara tepat waktu untuk peringatan 75 tahun pendirian partai berkuasa pada Oktober tahun lalu. Namun, pembangunan melambat di tengah penutupan perbatasan terkait pandemi Corona dan sanksi internasional atas program senjata nuklir dan rudal Kim.

KCNA mengatakan pembangunan di Samjiyon dapat selesai pada akhir tahun ini.

Dalam kunjungannya, Kim Jong-Un memuji para pekerja atas "kesetiaan yang tinggi, kemauan yang kuat, dan keringat" mereka untuk terus maju dengan proyek dalam menghadapi "lingkungan yang tidak menguntungkan".

Tonton Video: Kim Jong un Tawarkan Korsel Dialog Demi Pemulihan Hubungan

[Gambas:Video 20detik]