International Updates

Jerman Dihajar Corona Gelombang 4, Malaysia Akan Sanksi PNS Tak Divaksin

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 12 Nov 2021 15:30 WIB
In the Covid 19 ward, an area of the Operative Intensive Care Unit at Leipzig University Hospital, doctors and nurses care for patients in Leipzig, Germany, Monday, Nov. 8, 2021. In the intensive care unit, the number of corona patients with severe courses has been growing for days, including more and more younger patients between 30 and 60 years of age. (Waltraud Grubitzsch/dpa via AP)
ilustrasi (Foto: Waltraud Grubitzsch/dpa via AP)
Jakarta -

Jerman tengah dilanda lonjakan kasus COVID-19 secara besar-besaran. Bahkan pada Kamis (11/11) waktu setempat, negara Eropa itu mencatat rekor lebih dari 50 ribu dalam sehari, rekor tertinggi sejak pandemi. Apa yang terjadi?

Seperti diberitakan CNBC.com, Jumat (12/11/2021), Jerman sempat dipuji atas tanggapan awalnya terhadap pandemi COVID-19, dengan program pengujian yang luas dan pelacakan yang efisien, serta standar perawatan kesehatan yang tinggi, yang membantu mencegah kasus infeksi dan kematian meluas. Respons pandemi awal negara itu jauh lebih berhasil daripada tetangganya di Eropa Barat, seperti Prancis dan Italia.

Namun, seperti tetangga-tetangganya, upaya vaksinasi Jerman berjalan lambat dan harus menghadapi skeptisisme vaksin yang keras kepala dalam populasinya. Hingga saat ini, 69,8% populasi di Jerman telah menerima satu vaksinasi COVID-19 dan 67,3% populasi telah divaksinasi lengkap. Ini kurang tinggi dibandingkan dengan 79,8% populasi Inggris di atas usia 12 tahun yang sekarang telah divaksinasi lengkap.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Jumat (12/11/2021):

- Pertama Kali, UEA-Bahrain-Israel-AS Gelar Latihan Maritim Gabungan

Pasukan dari Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Israel dan Komando Pusat Pasukan Angkatan Laut Amerika Serikat (NAVCENT) memulai latihan operasi keamanan maritim multilateral di Laut Merah.

Demikian diumumkan NAVCENT seperti dilansir dari kantor berita Reuters, Jumat (12/11/2021). Latihan tersebut merupakan latihan Angkatan Laut bersama pertama yang diakui secara publik antara 4 negara tersebut. Latihan tersebut juga merupakan latihan militer pertama yang dilakukan setelah UEA dan Bahrain melakukan normalisasi hubungan dengan Israel tahun lalu.

Seorang perwira Angkatan Laut Israel mengatakan bahwa dimulainya kerja sama militer semacam itu di bawah naungan AS dapat membantu melawan "proyeksi kekuatan" Iran di wilayah tersebut.

Latihan yang dilangsungkan selama lima hari itu, termasuk pelatihan di kapal militer USS Protland, akan "meningkatkan interoperabilitas antar tim militer negara yang berpartisipasi", demikian pernyataan NAVCENT.

- Iran Usir Puluhan Ribu Pengungi Afghanistan Tiap Minggu!

Pemerintah Iran mengirimkan pulang puluhan ribu migran Afghanistan kembali ke negara tersebut setiap minggunya. Pemulangan ini dilakukan meskipun ada ancaman kelaparan di Afghanistan yang kini dikuasai Taliban.

Selama beberapa dekade konflik, jutaan warga Afghanistan telah menyeberang ke tetangga barat mereka tersebut untuk menghindari kekerasan dan ekonomi yang hancur.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Jumat (12/11/2021), pengambilalihan Kabul oleh Taliban pada pertengahan Agustus telah memperparah krisis tersebut -- mengganggu aliran bantuan internasional di saat kekeringan parah, yang menyebabkan lebih dari separuh penduduk menghadapi kekurangan pangan akut.

Namun, terlepas dari kondisi mengerikan yang menunggu mereka, Iran terus memaksa warga Afghanistan untuk pulang.

- Rekor 50 Ribu Kasus Corona Sehari, Parlemen Jerman Bahas Aturan Baru

Parlemen Jerman tengah membahas aturan baru untuk mengatasi gelombang keempat virus Corona (COVID-19) yang menerjang negara itu, tanpa harus menerapkan lockdown maupun mewajibkan vaksinasi Corona. Pembahasan ini dilakukan setelah Jerman mencatat rekor 50 ribu kasus Corona dalam sehari.