AS Serukan Warganya Tinggalkan Haiti yang Dilanda Kekacauan

Mutia Safira - detikNews
Jumat, 12 Nov 2021 10:17 WIB
Krisis BBM masih melanda Haiti. Kondisi itu membuat pom bensin di Port-au-Prince, Ibu Kota Haiti, tak henti didatangi warga yang berebut BBM. Ini potretnya.
Potret Warga Haiti Berebut Isi Bensin Imbas Krisis BBM (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyerukan warga negaranya untuk segera meninggalkan Haiti di saat negara tersebut sedang menghadapi banyak kekerasan oleh geng-geng lokal, kekurangan bahan bakar dan ketidakstabilan politik.

Dilansir dari kantor berita AFP, Jumat (12/11/2021), Kedutaan Besar AS di Haiti mengeluarkan pernyataan yang mengimbau warga negara AS untuk "meninggalkan Haiti sekarang melalui sarana komersial".

Lebih lanjut pihak kedutaan menyatakan bahwa warga negara AS "harus berhati-hati mempertimbangkan risiko bepergian ke Haiti atau tetap berada di Haiti mengingat situasi keamanan dan kendala infrastruktur saat ini".

Warga Haiti telah dibebani oleh kekacauan politik dan bencana alam selama berbulan-bulan. Situasi itu diperparah dalam beberapa pekan terakhir karena geng-geng yang tidak terkendali memblokir akses bahan bakar, memutus aliran listrik dan pasokan air.

"Kekurangan bahan bakar yang meluas dapat membatasi layanan penting dalam keadaan darurat, termasuk akses ke bank, transfer uang, perawatan medis mendesak, internet dan telekomunikasi, dan pilihan transportasi umum dan pribadi," kata kedutaan AS.

Menurut Pusat Analisis dan Penelitian Hak Asasi Manusia yang berbasis di Port-au-Prince, geng-geng di negara tersebut telah menculik lebih dari 780 orang untuk uang tebusan sejak awal tahun ini.

Enam belas warga Amerika Serikat dan seorang warga Kanada saat ini disandera oleh geng-geng, dan negosiasi sedang berlangsung untuk mengupayakan pembebasan mereka.

Lihat juga video 'Ketua Geng di Haiti Tuntut PM Ariel Henry Mundur':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)