Kongo Mulai Persidangan Kasus Pemerkosaan Terhadap 56 Napi Wanita

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Jumat, 12 Nov 2021 05:12 WIB
Ilustrasi penjara
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/Fahroni)
Jakarta -

Sepuluh terdakwa yang dituduh ikut serta dalam pemerkosaan massal terhadap puluhan narapidana wanita di tenggara DR Kongo muncul di pengadilan untuk pertama kalinya. Persidangan pun dimulai.

Dilansir AFP, Jumat (12/11/2021) sebanyak 56 tahanan wanita diperkosa selama tiga hari oleh sesama narapidana setelah kerusuhan pecah di sebuah penjara di kota Lubumbashi pada September 2020 lalu. Jaksa menyebut otoritas penjara kehilangan kendali atas fasilitas tersebut.

Sidang diadakan di pengadilan sementara yang didirikan di penjara Kasapa oleh pengadilan Lubumbashi.

Sidang awalnya ditetapkan pada 28 Oktober lalu. Sidang kemudian ditunda karena negara tidak dapat menemukan dana untuk mengangkut terdakwa sejauh 120 kilometer (75 mil) ke Lubumbashi dari dua penjara tempat mereka ditahan.

Sekelompok wanita marah akan keputusan tersebut dan menggalang dana sebesar $450 (Rp 6,4 juta), seperti jumlah yang dibutuhkan.

Sebanyak 16 dari korban menghadiri sidang yang berlangsung pada Kamis waktu setempat itu. Semuanya masih menjalani hukuman di Lapas. Sementara 36 lainnya telah dibebaskan dan 4 lainnya telah dipindahkan ke lapas lain.

Seorang pengacara untuk para korban, Melanie Mumba, mengatakan bahwa sidang tersebut menandai "awal dari kelegaan. Klien saya telah melihat pelaku mereka untuk pertama kalinya," katanya.

Pemerkosaan terjadi pada 25, 26 dan 27 September tahun lalu. Saat itu kota diserang oleh kelompok milisi. Kerusuhan pun terjadi di penjara.

Para korban mengatakan pemerkosaan itu menginfeksi tiga perempuan dengan HIV dan menyebabkan 16 kehamilan.

Jaksa menyebut, di antara terdakwa, tiga orang tewas di penjara. Sementara dua tentara dibebaskan setelah penyelidikan awal.

Sidang berikutnya dijadwalkan pada 25 November.

(lir/lir)