Serangan Koalisi Arab Saudi Kembali Tewaskan 110 Pemberontak Houthi

Mutia Safira - detikNews
Rabu, 10 Nov 2021 11:36 WIB
Operasi militer pimpinan Arab Saudi melawan pemberontak Houthi di Yaman telah terjadi lebih dari enam tahun terakhir.
ilustrasi perang di Yaman (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Koalisi militer pimpinan Arab Saudi di Yaman pada Selasa (9/11) waktu setempat kembali melaporkan bahwa pihaknya telah menewaskan 110 pemberontak Houthi dalam serangan-serangan udara yang dilakukan 24 jam terakhir di sekitar kota Marib, benteng pertahanan terakhir pemerintah Yaman.

"Dua puluh dua kendaraan militer dan sebuah gudang senjata dihancurkan dan 110 pemberontak tewas dalam serangan di provinsi Marib dan tetangganya Al-Jawf," kata koalisi dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh media resmi Saudi, Saudi Press Agency (SPA) seperti dilansir dari kantor berita AFP, Rabu (10/11/2021).

Koalisi militer pimpinan Arab Saudi yang telah melakukan intervensi militer sejak 2015 itu, terus-menerus melaporkan serangan udara dan kematian pemberontak Houthi hampir setiap hari dalam beberapa pekan terakhir.

Namun, jumlah tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen karena pihak Houthi jarang mengumumkan jumlah korban dari kelompoknya.

Yaman telah dilanda perang saudara setelah Houthi merebut ibu kota Sanaa pada tahun 2014 lalu, dan mendorong pasukan koalisi militer pimpinan Arab Saudi untuk melakukan intervensi guna mendukung pemerintah Yaman.

Pada Senin (8/11) waktu setempat, utusan khusus PBB untuk Yaman, Hans Grundberg, dalam kunjungannya ke kota Taez mengatakan bahwa Yaman tengah menghadapi "pertempuran berat" untuk perdamaian dan menyerukan dialog guna "memutus siklus kekerasan".

Dalam kunjungannya ke Aden, Yaman, utusan Amerika Serikat, Tim Lenderking, juga telah menyerukan diakhirinya perang Yaman.

Puluhan ribu orang, sebagian besar warga sipil, telah tewas dan jutaan orang mengungsi sejak konflik Yaman meletus pada 2014, dalam apa yang disebut PBB sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

(ita/ita)