Promosikan 'Kimjongunisme', Kim Jong-Un Disebut Hapus Foto Ayah-Kakeknya

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Jumat, 05 Nov 2021 21:16 WIB
In this photo provided by the North Korean government, North Korean leader Kim Jong Un speaks during a parliament meeting in Pyongyang, North Korea Wednesday, Sept. 29, 2021. Independent journalists were not given access to cover the event depicted in this image distributed by the North Korean government. The content of this image is as provided and cannot be independently verified. (Korean Central News Agency/Korea News Service via AP)
Kim Jong-Un (Foto: Korean Central News Agency/Korea News Service via AP)
Pyongyang -

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-Un, dilaporkan telah menghapus foto sang ayah, Kim Jong-Il dan kakeknya, Kim Il-Sung. Kim Jong-Un disebut telah memerintahkan para pejabatnya untuk mempromosikan ideologi 'Kimjongunisme' untuk lepas dari bayang-bayang leluhurnya.

Dilansir dari DailyMail, Jumat (5/11/2021), Kim Jong-Un telah menghilangkan foto Kim Il-Sung dan Kim Jong-Il dari kantor-kantor pemerintahan di Pyongyang.

Agensi mata-mata Korea Selatan mengungkapkan, istilah 'Kimjongunisme' tengah dipromosikan di kalangan pemerintah. Kim juga disebut dalam media negara sebagai 'pemimpin besar ', istilah yang biasanya digunakan untuk sang kakek, Kim Il-Sung.

Seorang pakar menyampaikan, penghormatan terhadap leluhur telah menjadi dasar dari keluarga Kim. Menurutnya, langkah Kim Jong-Un itu belum pernah terjadi sebelumnya.

Kendati demikian, Kim Il-Sung sebelumnya juga melarang karya-karya Karl Marx, Vladimir Lenin dan Joseph Stalin sebagai upaya untuk menciptakan ideologi dan meninggalkan warisannya sendiri.

Perubahan yang dilakukan itu dinilai sebagai langkah percaya diri Kim Jong-Un atas cengkeraman kekuasaannya, sebulan sebelum peringatan 10 tahun dirinya menjadi penguasa.

"Sinyalnya sangat jelas. Kim Jong-Un tidak menyukai aspek-aspek tertentu dari sistem yang telah ditempa oleh ayah dan kakeknya - khususnya yang mengikat legitimasi penerus untuk menghormati para pendahulunya. Pemimpin saat ini ingin menjadi otokratnya sendiri," tutur seorang pakar Korea Utara di Universitas Kookmin di Seoul kepada NK News, Fyodor Tertitskiy.

'Kimjongunisme' memang belum disiarkan oleh media resmi Korea Utara tetapi telah terdeteksi oleh mata-mata Korea Selatan.

Badan Intelijen Nasional Korea Selatan memberi penjelasan kepada anggota parlemen di Seoul tentang perkembangan 'Kimjongunisme' pekan lalu.

Sebelumnya Kim Il-Sung juga menggunakan 'Kimilsungisme' untuk menggambarkan ideologinya pada 1970-an.

Simak juga 'Saat Korea Utara Peringati 76 Tahun Partai Buruh':

[Gambas:Video 20detik]



(mae/lir)