International Updates

Singapura Selidiki Lonjakan Corona, Presiden Taiwan Akui Tentaranya Dilatih AS

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 28 Okt 2021 17:51 WIB
Kasus harian COVID-19 di Singapura terus cetak rekor baru. Pada Rabu (29/9) kemarin kasus harian COVID-19 Singapura bahkan melampaui kasus harian di Indonesia.
Ilustrasi -- Situasi pandemi Corona di Singapura (dok. AP Photo)
Jakarta -

Otoritas Singapura menyelidiki lonjakan kasus virus Corona (COVID-19) yang disebut 'tidak biasa' setelah mencatat rekor tertinggi 5.300 kasus sehari. Presiden Taiwan, Tsai Ing-Wen, untuk pertama kali mengakui tentaranya dilatih oleh militer Amerika Serikat (AS).

Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) melaporkan 5.324 kasus baru Corona sepanjang Rabu (27/10) waktu setempat, yang tercatat sebagai lonjakan kasus tertinggi di negara ini sejak pandemi merebak. Yang dianggap tidak biasa, lonjakan kasus terjadi dalam waktu relatif singkat.

Sementara di Tawan, pengakuan yang disampaikan Tsai menjadi konfirmasi terbuka untuk pertama kalinya dari seorang pemimpin Taiwan, sejak garnisun terakhir AS meninggalkan negara itu tahun 1979 silam ketika AS mengalihkan pengakuan diplomatik ke Beijing.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Kamis (28/10/2021):

- Singapura Selidiki Lonjakan Corona Tak Biasa Usai Cetak Rekor Tertinggi

Kementerian Kesehatan Singapura sedang menyelidiki 'lonjakan tak biasa' untuk kasus virus Corona (COVID-19) di wilayahnya. Hal ini dilakukan setelah Singapura melaporkan rekor lebih dari 5.300 kasus Corona dalam 24 jam terakhir.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (28/10/2021), Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) melaporkan 5.324 kasus baru Corona sepanjang Rabu (27/10) waktu setempat, yang tercatat sebagai lonjakan kasus tertinggi di negara ini sejak pandemi merebak.

Total kasus Corona di Singapura sejauh ini telah melampaui 184 ribu kasus.

MOH juga melaporkan 10 kematian Corona dalam sehari di wilayahnya. Total kematian Corona di Singapura kini mencapai 349 orang.

- Jenderal Top AS Sebut Uji Coba Senjata Hipersonik China 'Mengkhawatirkan'

Jenderal top militer Amerika Serikat (AS), Jenderal Mark Milley, memberikan konfirmasi resmi pertama dari AS soal uji coba senjata hipersonik China. Milley juga menyebut uji coba itu 'sangat mengkhawatirkan'.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (28/10/2021), para pakar militer sebelumnya menyebut uji coba senjata hipersonik untuk menunjukkan ambisi China dalam memiliki sistem yang mengorbit Bumi yang dirancang untuk menghindari pertahanan rudal AS.

Pentagon diketahui berupaya keras menghindari untuk memberikan konfirmasi langsung soal uji coba yang dilakukan China musim panas ini. Uji coba ini pertama dilaporkan oleh media terkemuka Financial Times, dan sempat dibantah oleh otoritas China sendiri.