Putri Eks Mata-mata Saudi Akui Dibujuk ke Konsulat Tempat Khashoggi Dibunuh

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 28 Okt 2021 15:38 WIB
An umbrella is hanged to the gate of Saudi Arabias consulate in Istanbul, Turkey October 11, 2018. REUTERS/Murad Sezer
Ilustrasi -- Konsulat Saudi di Istanbul, Turki, tempat Khashoggi dibunuh tahun 2018 lalu (Dok. REUTERS/Murad Sezer)
Washington DC -

Anak perempuan dari seorang mantan pejabat tinggi intelijen Arab Saudi mengakui dirinya sempat dibujuk oleh perwakilan pemerintah Saudi ke konsulat di Istanbul, Turki, yang menjadi lokasi wartawan Jamal Khashoggi dibunuh tahun 2018 lalu.

Seperti dilansir CNN, Kamis (28/10/2021), Hissah Al-Muzaini merupakan putri dari mantan pejabat intelijen Saudi, Saad al-Jabri, yang beberapa waktu terakhir mengungkapkan dirinya hendak dibunuh oleh tim pembunuh bayaran yang disebut dikerahkan oleh putra mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS).

Al-Muzaini menuturkan dalam wawancara dengan wartawan senior CNN, Christiane Amanpour, pada Rabu (27/10) waktu setempat bahwa perwakilan Saudi mendorongnya untuk pergi ke Konsulat di Istanbul. Dia tidak menyebut lebih lanjut kapan tepatnya dia dibujuk pergi ke Konsulat di Istanbul.

"Mereka mencoba mendorong saya untuk pergi ke sana," tuturnya. "Saya beruntung saya tidak pergi atau anak-anak saya tidak akan memiliki ibu dan ayah," ucap Al-Muzaini.

Keluarga Al-Muzaini melontarkan tuduhan ini sebelumnya dalam gugatan hukum yang diajukan awal tahun ini. Menurut gugatan hukum itu, MBS disebut 'berupaya membujuk putri Dr Saad, Hissah Al-Muzaini, ke Konsulat Saudi di Istanbul'. Belum ada tanggapan resmi dari otoritas Saudi terkait tuduhan ini.

Dalam gugatan di Washington DC, Amerika Serikat (AS), ayah Al-Muzaini menuduh MBS mengirimkan tim pembunuh bayaran untuk menghabisi nyawanya saat dia tinggal dalam pengasingan bersama keluarganya di Kanada. Tim itu disebut berhasil dicegat di bandara Ottawa dan dideportasi oleh otoritas Kanada.

Saat diwawancarai CBS pada Minggu (24/10) lalu, Al-Jabri yang sebelumnya menjadi penasihat mantan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Nayef -- dilengserkan MBS dari posisinya tahun 2017 -- melontarkan kembali tuduhan yang sama terhadap MBS yang kini menjadi penguasa de-facto Saudi.

Simak juga 'Utusan Biden Temui Pangeran Salman Bahas Kematian Khashoggi':

[Gambas:Video 20detik]