Lawan Larangan Taliban, Perempuan Afghanistan Sekolah Online Diam-diam

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 28 Okt 2021 11:08 WIB
Taliban izinkan perempuan di Afghanistan bersekolah. Namun ada sejumlah persyaratan yang diberikan, salah satunya ruang kelas akan dipisahkan berdasarkan gender
Ilustrasi (dok. AP Photo/Felipe Dana)
Kabul -

Para perempuan di Afghanistan mulai belajar online secara diam-diam meskipun pemerintahan Taliban melarang mereka kembali bersekolah. Mereka memanfaatkan kelas coding yang dipelajari sebelum Taliban berkuasa dan mengikuti kelas online secara rahasia setiap harinya.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (28/10/2021), salah satunya menyebut diri sebagai Zainab Muhammadi -- bukan nama sebenarnya -- yang menuturkan sekolahnya di Herat ditutup setelah Taliban berkuasa sejak Agustus lalu. Muhammadi menyatakan hal itu tidak menghalanginya untuk belajar.

"Ada ancaman-ancaman dan bahaya bagi perempuan seperti saya. Jika Taliban mengetahuinya ... mereka mungkin menghukum saya dengan berat. Mereka bahkan mungkin merajam saya hingga tewas," ucapnya.

"Tapi saya tidak kehilangan harapan atau aspirasi. Saya bertekad terus belajar," imbuh perempuan berusia 25 tahun ini kepada Thomson Reuters Foundation via video call.

Muhammadi menjadi salah satu dari ratusan perempuan Afghanistan yang terus belajar -- baik secara online maupun di ruang kelas darurat yang tersembunyi -- meskipun Taliban menutup sekolah mereka.

CEO dan pendiri Code to Inspire (CTI) -- akademi coding pertama untuk perempuan Afghanistan, Fereshteh Forough, menciptakan kelas virtual terenkripsi mengunggah konten pelajaran secara online dan memberikan laptop serta paket data internet untuk sekitar 100 siswanya, termasuk Muhammadi.

"Anda bisa terkurung di rumah (dan) menjelajahi dunia maya tanpa ragu-ragu, tanpa khawatir soal perbatasan geografis. Itulah keindahan teknologi," ucap Forough.

Simak video '1 Jurnalis Tewas & 30 Kasus Kekerasan di Afghanistan':

[Gambas:Video 20detik]