Senat Rekomendasikan Presiden Brasil Didakwa Pidana terkait Pandemi Corona

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 18:13 WIB
Presiden Brasil Jair Bolsonaro ikut turun ke jalan dan berbicara di hadapan para pendukungnya. Dia menyapa pendukungnya dengan tidak memakai masker.
Jair Bolsonaro (dok. Getty Images/Andressa Anholete)
Brasilia -

Senat Brasil sepakat merekomendasikan agar Presiden Jair Bolsonaro dijerat serangkaian dakwaan pidana atas tindakan dan kelalaiannya terkait pandemi virus Corona (COVID-19) yang telah merenggut lebih dari 600 ribu nyawa di negara tersebut.

Seperti dilansir Associated Press dan NBC News, Rabu (27/10/2021), voting oleh Komisi Penyelidikan Penanganan Pandemi oleh Pemerintah pada Senat Brasil menunjukkan tujuh suara mendukung rekomendasi itu dan empat suara lainnya menolak. Voting ini menuntaskan penyelidikan selama enam bulan oleh komisi beranggotakan 11 Senator Brasil itu.

Dengan hasil voting itu, maka Komisi Senat ini secara resmi menyetujui rekomendasi yang menyerukan agar jaksa mendakwa Bolsonaro atas berbagai dakwaan pidana, mulai dari penipuan dan menghasut tindak kriminal hingga penyelewengan uang negara dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Atas tindakan-tindakan yang dituduhkan itu, Bolsonaro dianggap bertanggung jawab atas kematian lebih dari 600 ribu orang terkait Corona di Brasil.

Namun demikian, keputusan untuk mendakwa Bolsonaro akan ditentukan oleh Jaksa Agung Augusto Aras, yang diketahui ditunjuk oleh Bolsonaro dan dipandang secara luas akan melindunginya. Dakwaan kejahatan kemanusiaan terhadap Bolsonaro dinilai perlu diajukan ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

Senator Omar Aziz yang memimpin penyelidikan itu, menyatakan dirinya akan menyerahkan rekomendasi itu kepada Aras pada Rabu (27/10) pagi waktu setempat. Kantor Aras dalam pernyataannya menyebut rekomendasi itu akan dikaji secara hati-hati begitu diterima.

Terlepas apakah dakwaan pidana akan dijeratkan pada Bolsonaro, rekomendasi itu diperkirakan akan memancing kritikan terhadapnya. Terlebih diketahui bahwa angka kepuasaan untuk kinerja Bolsonaro merosot menjelang pemilu 2022, yang sebagian besar disebabkan oleh angka kematian Corona yang tinggi di Brasil.