Krisis Haiti Memburuk, Bos Geng Tuntut Perdana Menteri Mundur!

Mutia Safira - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 13:35 WIB
G9 coalition gang members ride a motorcycle through the Wharf Jeremy street market in Port-au-Prince, Haiti, Wednesday, Oct. 6, 2021. While some gangs have turned to kidnapping, like those who captured 17 missionaries and their relatives, Jimmy Cherizier, aka Barbecue, a former policeman who leads the G9 gang coalition, has taken control of the port district, gaining a stranglehold on the countrys economy. (AP Photo/Rodrigo Abd)
geng bersenjata di Haiti (Foto: AP/Rodrigo Abd)
Jakarta -

Krisis BBM melanda Haiti. Jalanan di Haiti pada Selasa (26/10) waktu setempat terlihat sepi dan pom-pom bensin kekurangan bahan bakar karena beberapa geng bersenjata memblokir pintu masuk pelabuhan yang menyimpan pasokan bahan bakar. Pemimpin geng utama di Haiti menuntut agar Perdana Menteri Ariel Henry mengundurkan diri.

Dilansir dari kantor berita Reuters dan Channel News Asia, Rabu (27/10/2021), kekurangan bahan bakar yang terjadi berhari-hari membuat warga Haiti hanya memiliki sedikit pilihan transportasi dan memaksa penutupan beberapa bisnis. Rumah sakit, yang mengandalkan pembangkit tenaga diesel untuk pembangkit listrik, juga terancam ditutup.

Situasi tersebut memberikan tekanan tambahan bagi warga Haiti yang sudah berada di bawah perekonomian yang buruk dan berbagai penculikan oleh geng, termasuk terhadap sekelompok pemuka agama Kanada dan Amerika.

Jimmy "Barbecue" Cherizier, pemimpin koalisi geng 'G9' di ibu kota Port-au-Prince, dalam sebuah wawancara radio lokal Mega Haiti pada Senin (25/10), mengatakan bahwa dia akan memastikan perjalanan aman truk-truk bahan bakar jika Henry lengser.

"Area di bawah kendali G9 diblokir karena satu alasan - kami menuntut pengunduran diri Ariel Henry," kata Cherizier.

"Jika Ariel Henry mengundurkan diri pukul 8 pagi, pukul 08.05 pagi kami akan buka blokir jalanan dan semua truk dapat lewat untuk mendapatkan bahan bakar," imbuhnya.

Henry belum memberikan komentar.