Warganya Harus ke Warsawa untuk Urus Visa AS, Rusia Geram

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 25 Okt 2021 18:05 WIB
Vehicles drive past the embassy of the U.S. in Moscow, Russia August 21, 2017. REUTERS/Grigory Dukor
Ilustrasi -- Kedubes AS di Moskow (dok. REUTERS/Grigory Dukor)
Moskow -

Ketegangan antara Rusia dan Amerika Serikat (AS) masih meninggi, dengan pertikaian terbaru menyelimuti prosedur pengajuan visa untuk warga Rusia yang ingin ke AS. Adanya keterbatasan staf Kedutaan Besar AS di Moskow membuat proses pengajuan visa dialihkan ke Kedutaan Besar AS di Warsawa, Polandia.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Senin (25/10/2021), di bawah langkah tersebut, otoritas AS menambahkan warga Rusia ke dalam daftar 'homeless nationals' yang bisa mengajukan visa AS di negara ketiga.

Pada Minggu (24/10) waktu setempat, Departemen Luar Negeri AS mengonfirmasi bahwa warga Rusia kini harus melakukan perjalanan ke Kedutaan Besar AS di Warsawa untuk bisa mengajukan visa, terutama visa imigran. Warsawa diketahui berjarak sekitar 1.200 kilometer dari Moskow.

Langkah yang disebut berlaku efektif sejak 12 Oktober lalu ini diambil AS setelah Kedutaan Besar AS di Moskow berhenti memproses sebagian besar pengajuan visa sejak Mei, akibat larangan mempekerjakan staf lokal yang diberlakukan otoritas Rusia. Otoritas Rusia juga membatasi jumlah staf diplomatik AS di wilayahnya.

Diketahui bahwa para pelamar visa yang ditetapkan sebagai 'homeless nationals' oleh Departemen Luar Negeri AS merupakan mereka yang berasal dari negara-negara di mana AS tidak memiliki perwakilan konsuler, atau saat staf konsuler tidak bisa menerbitkan visa karena situasi politik atau keamanan.

Rusia menjadi negara ke-10 yang masuk daftar itu setelah Kuba, Eritrea, Iran, Libya, Somalia, Sudan Selatan, Suriah, Venezuela dan Yaman.

Langkah AS ini menuai reaksi keras dari Rusia. "Para diplomat Amerika selama bertahun-tahun telah menghancurkan sistem layanan konsuler di Rusia," sebut juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, via platform Telegram.

"Mereka mengubah prosedur teknis, yang rutin dilakukan selama abad ke-21, menjadi neraka yang nyata," imbuhnya.

Lihat juga video 'AS Siap Bertemu Korut untuk Dialog-Minta Hentikan Provokasi':

[Gambas:Video 20detik]