Round Up

Dukungan ke Aktivis Turki Bikin 10 Dubes Negara Barat Diusir Erdogan

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 24 Okt 2021 19:06 WIB
Jakarta -

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan memerintahkan Menteri Luar Negeri untuk mengusir duta besar dari Amerika Serikat, Jerman dan 8 negara Barat lainnya. Aksi ini bermula dari dukungan mereka untuk filantropis dan aktivis Osman Kavala.

Bagaimana awal mula murkanya Erdogan hingga memerintahkan agar 10 negara Barat ini diusir? berikut ulasannya.

Kasus Osman Kavala

Untuk menjelaskan awal mula tindakan Erdogan, kita dapat melihat lagi kasus Osman Kavala. Seperti dilansir AFP, Minggu (24/10/2021) Osman Kavala dikenal sebagai filantropis dan aktivis kelahiran kelahiran Prancis.

Sejak 2017, Osman Kavala telah dipenjara tanpa hukuman lantaran dituduh terkait anti-pemerintah 2013 dan kudeta militer yang gagal pada 2016.

Pada 2020, Osman Kavala sempat dibebaskan dari tuduhan terkait protes Gezi. Namun ia kembali ditangkap lantaran diduga berhubungan dengan kudeta 2016.

Pengawas HAM Dewan Eropa mengeluarkan peringatan terakhir kepada Turki untuk mematuhi perintah Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa 2019. Perintah itu meminta Kavala dibebaskan sambil menunggu persidangan yang masih tertunda.

Dari dalam penjara, Osman Kavala mengatakan kepada AFP pekan lalu bahwa Erdogan berusaha menyalahkan konspirasi asing atas penentangan terhadap pemerintahannya yang hampir dua dekade, terutama protes nasional 2013 yang dipicu oleh rencana untuk menghancurkan taman Gezi di Istanbul.

"Karena saya dituduh menjadi bagian dari konspirasi yang diduga diorganisir oleh kekuatan asing, pembebasan saya akan melemahkan fiksi yang bersangkutan," katanya.

Rencananya, sidang pengadilan Osman Kavala bakal dijadwalkan pada 26 November mendatang.

Baca selengkapnya soal perintah Erdogan untuk usir 10 dubes negara Barat di halaman selanjutnya.

Pernyataan 10 Duta Besar Negara Barat

Pemenjaraan Osman Kavala membuat 10 Duta Besar dari Negara Barat mengeluarkan pernyataan bersama. Pernyataan pada Senin (18/10) ini berisi seruan agar masalah Osman Kavala diselesaikan dengan adil dan cepat.

Mereka mengatakan penahanan Kavala yang berkelanjutan dapat 'membayangi' Turki.

Sehari setelahnya, 10 utusan itu dipanggil oleh Kementerian Luar Negeri Turki.

Erdogan terdengar sangat marah dalam percakapan dengan wartawan Turki di dalam penerbangan pulang dari tur Afrika.

"Apakah dalam batas Anda untuk mengajarkan pelajaran seperti itu ke Turki? Siapa Anda?" tuntutnya dalam komentar yang dibawakan oleh penyiar swasta NTV.

Pada Sabtu (23/10), Erdogan menyebut Kavala sebagai "agen di Turki" untuk seorang miliader bernama George Soros - target teori konspirasi sayap kanan dan anti-Semit.

Sebutan itu dianggap para pendukung Kavala sebagai respon keras Erdogan usai dirinya selamat dari upaya kudeta 2016.

Perintah Erdogan ke Menlu untuk Usir Dubes

Erdogan memerintahkan Menteri Luar Negerinya untuk segera mengusir duta besar dari Jerman, Amerika Serikat dan 8 negara lainnya. Namun belum ada rincian lebih lanjut soal kapan persisnya permintaan itu dilakukan.

"Saya telah memerintahkan menteri luar negeri kami untuk menyatakan 10 duta besar ini sebagai persona non grata sesegera mungkin," kata Erdogan, menggunakan istilah diplomatik yang berarti langkah pertama sebelum pengusiran duta besar.

"Mereka harus pergi dari sini pada hari mereka tidak lagi mengenal Turki," katanya, sembari menuduh apa yang dilakukan negara-negara tersebut merupakan tindakan tak senonoh.

Respon negara usai Erdogan perintahkan pengusiran dapat dilihat di halaman berikutnya.

Pengakuan Jerman-AS Soal Pengusiran Dubes oleh Erdogan

Tiga negara dari total 10 negara Barat yang dubesnya bakal diusir Erdogan angkat suara pada Sabtu (23/10) malam waktu setempat. Mereka mengaku belum menerima pemberitahuan resmi dari pemerintah Turki soal permintaan Erdogan itu.

"Kami saat ini sedang dalam konsultasi intensif dengan sembilan negara lain yang terkait," kata Kementerian Luar Negeri Jerman, seperti dilansir dari AFP, Minggu (24/10/2021).

"Amerika Serikat mengetahui laporan tersebut dan sedang mencari kejelasan dari Kementerian Luar Negeri Turki," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat.

"Duta besar kami tidak melakukan apa pun yang membenarkan pengusiran itu," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Norwegia, Trude Maseide, kepada media di negara asalnya.

Trude Maseide juga bersumpah akan terus menekan Turki terkait masalah hak asasi manusia dan demokrasi - komentar yang digaungkan oleh pejabat Denmark dan Belanda.

Selain Jerman dan AS, negara-negara lain yang juga dubesnya bakal diusir adalah Kanada, Denmark, Finlandia, Prancis, Belanda, Selandia Baru, Norwegia dan Swedia.

(izt/dhn)