Kata Israel soal Rencana AS Pedekate Palestina Lagi: Nggak Bakal Terjadi!

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 24 Okt 2021 18:20 WIB
Kedubes AS di Tel Aviv, Israel
Ilustrasi (Foto: Dok. diplomatic.state.gov)
Jakarta -

Israel buka suara soal rencana Amerika Serikat membuka misi diplomatik untuk Palestina di Yerusalem. Israel dengan lantang menentang upaya tersebut.

Seperti dilansir Reuters, Minggu (24/10/2021) Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken bulan ini menegaskan kembali rencana Washington untuk membuka kembali konsulat sebagai bagian dari upaya untuk memperbaiki hubungan Palestina. Meski begitu pihaknya tak memberikan rincian kapan akan melakukan rencana tersebut.

Israel pun meyakini rencana tersebut tak akan direalisasikan.

"Saya yakin saya punya alasan bagus untuk berpikir ini tidak akan terjadi," kata Wakil Menteri Luar Negeri Israel, Idan Roll kepada Ynet TV Israel.

"Amerika memahami kompleksitas politik. Kami memiliki hubungan yang sangat baik. Kami tidak percaya mengejutkan mereka. Saya tidak berpikir mereka akan mencoba mengejutkan kami," imbuhnya.

Hingga saat ini, juru bicara Kedutaan Besar AS belum menanggapi respon Israel ini.

Seperti diketahui bersama, Konsulat Amerika Serikat di Yerusalem dimasukkan ke dalam bagian Kantor Kedutaan Besar AS untuk Israel sejak 2018. Saat itu Kedutaan Besar AS dipindahkan oleh pemerintahan mantan Presiden Donald Trump dari Tel Aviv ke Yerusalem. Pemindahan itu dipuji oleh Israel dan dikutuk oleh Palestina.

Israel menganggap seluruh Yerusalem sebagai ibu kota yang tidak terbagi dan mengatakan tidak akan setuju untuk membuka kembali konsulat untuk Palestina. Sementara, orang-orang Palestina menginginkan bagian Timur kota Yerusalem sebagai bagian dari negara mereka di masa depan.

"Pembukaan kembali konsulat (untuk Palestina) dapat melemahkan Perdana Menteri nasionalis Naftali Bennett dan melemahkan pemerintahan lintas-partisannya yang rapuh," demikian menurut para pejabat Israel.

Perdana Menteri (PM) Israel, Naftali Bennett, yang beraliran nasionalis diketahui menentang berdirinya negara Palestina. Sedangkan Lapid menyatakan pembukaan kembali Konsulat AS di Yerusalem bisa mengganggu ketenangan pemerintahan Israel. Pada awal September lalu, Lapid menyebutnya sebagai ide buruk.

Namun media-media Israel berspekulasi bahwa Bennett bisa mengalah jika AS menunggu hingga pemerintah Israel mengamankan stabilitas domestik dengan meloloskan anggaran nasional yang sejak lama tertunda, di mana voting ratifikasi akan digelar bulan depan.

(izt/dhn)