AS Berupaya Redam Kemarahan China Usai Biden Bersumpah Bela Taiwan

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 23 Okt 2021 13:25 WIB
Tensi AS-China meninggi, AS menahan tiga orang ilmuwan militer China terkait kecurangan visa
Ilustrasi (dok. BBC)
Washington DC -

China meluapkan kemarahannya setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, bersumpah akan membela Taiwan dari serangan Beijing. Menanggapi reaksi keras China, otoritas AS berupaya mencegah eskalasi konflik dengan memberikan penjelasan lebih lanjut soal pernyataan Biden tersebut.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (23/10/2021), ketegangan terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir saat China terus mengerahkan pesawat militernya ke dekat wilayah Taiwan, yang masih dianggap China sebagai bagian wilayahnya dan akan direbut kembali suatu hari nanti, bahkan dengan kekerasan jika diperlukan.

Situasi semakin memanas usai pernyataan tegas Biden saat menghadiri forum di Baltimore, AS, pada Kamis (21/10) malam yang disiarkan CNN. Biden menjawab 'Iya' saat ditanya apakah AS akan membela Taiwan jika China melancarkan invasi militer. Biden bahkan menambahkan: "Kami memiliki komitmen untuk itu."

Pernyataan Biden menuai reaksi keras karena dianggap bertentangan dengan kebijakan 'ambiguitas strategis' yang dipegang AS sejak lama. Kebijakan itu menyatakan AS membantu membangun pertahanan Taiwan, tapi tidak secara eksplisit berjanji untuk secara langsung membela Taiwan saat perang terjadi.

Otoritas AS merilis klarifikasi pada Jumat (22/10) waktu setempat, yang menegaskan negara itu masih berpegang pada Undang-undang (UU) Hubungan Taiwan tahun 1979 di mana Kongres mengharuskan AS menyediakan persenjataan untuk 'memampukan Taiwan memiliki kemampuan pertahanan diri yang memadai'.

"Presiden tidak mengumumkan perubahan apapun dalam kebijakan kami dan tidak ada perubahan dalam kebijakan kami," tegas juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price, kepada wartawan setempat.

"Kami akan menjunjung tinggi komitmen kami di bawah undang-undang tersebut, kami akan terus mendukung pertahanan diri Taiwan dan akan terus menentang setiap perubahan sepihak terhadap status quo," imbuhnya.

Simak juga Video: China Sebut Taiwan Telah Salah Menilai Situasi

[Gambas:Video 20detik]