Eks Menlu AS Colin Powell Meninggal Dunia Akibat Corona

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Senin, 18 Okt 2021 21:04 WIB
Jakarta -

Mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Colin Powell meninggal dunia karena komplikasi akibat positif COVID-19. Powell meninggal pada usia ke-84 tahun.

Dilansir Reuters, Senin (18/10/2021) pihak keluarga mengatakan Powell telah menerima vaksin Corona secara penuh. Hal itu disampaikan oleh pernyataan keluarga melalui akun Facebook.

"Kami telah kehilangan suami, ayah, kakek, dan orang Amerika yang luar biasa dan penyayang," kata keluarga Powell dalam pernyataan itu.

Mereka juga mengucapkan terima kasih kepada staf rumah sakit di Washington, D.C. yang merawat Powell, akan tetapi tidak memberikan sedikit rincian tentang penyakitnya.

Powell adalah salah satu tokoh kulit hitam paling terkemuka di Amerika selama beberapa dekade. Dia juga menjadi orang kulit hitam yang menjabat sebagai Menlu AS .

Eks perwira tinggi militer AS itu menjabat di tiga presiden Republik di pos senior. Powell mencapai puncak militer AS karena mendapatkan kembali kekuatannya setelah trauma akibat Perang Vietnam.

Dalam sebuah pernyataan singkat, keluarga Colin Powell mengatakan dia meninggal pada Senin pagi karena COVID-19. Powell telah divaksinasi penuh, dan keluarga juga berterima kasih kepada staf medis di Pusat Medis Nasional Walter Reed dekat Washington.

Keluarga tidak menjelaskan vaksin apa yang dia terima atau apakah dia mendapat suntikan booster. Keluarga juga tidak menjelaskan kapan Powell jatuh sakit, kapan dia mungkin dirawat di rumah sakit dan apakah dia mungkin memiliki kondisi kesehatan mendasar yang berkontribusi pada penyakitnya.

Ucapan duka pun mengalir, termasuk dari mantan Presiden George W. Bush.

"Banyak presiden mengandalkan nasihat dan pengalaman Jenderal Powell," tulis Bush dalam sebuah pernyataan.

"Dia adalah favorit para presiden sehingga dia mendapatkan Presidential Medal of Freedom - dua kali," lanjutnya.

Powell menjabat sebagai penasihat keamanan nasional AS di bawah Presiden Ronald Reagan dari 1987 hingga 1989. Sebagai jenderal bintang empat Angkatan Darat, dia adalah ketua Kepala Staf Gabungan di bawah Presiden George H.W. Bush selama Perang Teluk 1991 di mana pasukan pimpinan AS mengusir pasukan Irak dari negara tetangga Kuwait.