Israel Ngaku Bisa Cegah 2 Ribu Roket Per Hari Jika Harus Hadapi Hizbullah

Tim detikcom - detikNews
Senin, 18 Okt 2021 04:36 WIB
(FILES) This file photo taken on November 12, 2018 shows an Iron Dome defence system, designed to intercept and destroy incoming short-range rockets and artillery shells, in the southern Israeli town of Sderot. - The US Army said on February 6, 2019, it wants to purchase a limited number of Iron Dome short-range air defense systems, an interceptor technology developed by Israel with US support. (Photo by JACK GUEZ / AFP)
Foto: Iron Dome Israel (JACK GUEZ / AFP)
Tel Aviv -

Pihak militer Israel mengaku tidak ada keinginan untuk berperang dengan Hizbulah di Libanon. Namun demikian, Israel tetap memperingatkan Hizbullah siap menangkal 2 ribuan roket per hari jika memang terjadi konflik.

Seperti dilansir AFP, Senin (18/10/2021), pejabat senior militer Israel mengatakan pihaknya telah siap jika harus perang menghadapi Hizbullah. Dia memastikan pihaknya siap menerima 2 ribuan roket per hari dari mereka.

Pada Mei 2021 yang lalu, tentara Israel berperang 11 hari melawan kelompok bersenjata Palestina di Jalur Gaza, yang menembakkan sekitar 4.400 proyektil ke arah negara itu. Namun berkat sistem pertahanan Iron Dome-nya, yang telah digunakan selama sekitar satu dekade, Israel berhasil mencegat sekitar 90 persen roket yang menuju ke daerah-daerah berpenduduk, sementara hanya di bawah 300 yang mengenai distrik-distrik yang berpenghuni.

"Jumlah tembakan tertinggi terhadap mereka dalam sejarah Israel," kata Uri Gordin, kepala Komando Depan Depan tentara.

"Kami melihat kecepatan lebih dari 400 roket ditembakkan ke Israel setiap hari," lanjutnya.

Dia mengatakan bahwa dalam kasus "konflik atau perang dengan Hizbullah, kami memperkirakan lebih dari lima kali jumlah roket yang ditembakkan setiap hari dari Libanon ke Israel".

"Pada dasarnya kami mencari antara 1.500 dan 2.500 roket yang ditembakkan setiap hari ke arah Israel," katanya kepada AFP.

Sebelumnya, Gerakan Hizbullah di Lebanon menyatakan pihaknya menembakkan "puluhan" roket pada hari Jumat (6/8) ke arah Israel, tepatnya ke daerah terbuka di distrik Shebaa Farms yang disengketakan. Serangan roket ini memicu serangan balasan Israel.

Ini adalah pertama kalinya Hizbullah secara langsung mengklaim serangan terhadap Israel sejak 2019, ketika ketegangan meningkat di sepanjang perbatasan setelah seminggu saling melancarkan serangan.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Jumat (6/8/2021), dalam sebuah pernyataan, Hizbullah menyatakan bahwa tembakan roket terbaru pada Jumat (6/8) pagi dilakukan "sebagai tanggapan atas serangan udara Israel" yang melanda Lebanon selatan pada Kamis (5/8).

"Perlawanan Islam menembaki wilayah terbuka di dekat posisi pasukan pendudukan Israel di Shebaa Farms dengan puluhan roket," kata Hizbullah dalam pernyataannya.

Tonton juga Video: Bertemu Kamala Harris, Israel Bicara soal Hak Hidup Warga Palestina-Nuklir Iran

[Gambas:Video 20detik]



(maa/maa)