Round Up

Ketika Arab Saudi Longgarkan Aturan di Masjidil Haram-Olahraga

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 17 Okt 2021 21:43 WIB
Saat ini pemerintah Arab Saudi telah membuka kembali untuk umroh dan haji di jamaah negara internasional. Tetapi tidak semua negara bisa masuk karena alasan tertentu dan jenis vaksin yang tidak diakui oleh Saudi Arabia. Lalu bagaimana nasib  para jamaah umroh dan haji Indonesia?
Ilustrasi (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Arab Saudi melonggarkan sejumlah aturan pembatasan COVID-19 yang selama ini diberlakukan demi mencegah lonjakan kasus. Kapasitas masjid hingga gelanggang olahraga kini sudah bisa diisi penuh layaknya sebelum pandemi.

detikcom merangkum informasinya berikut ini:

Stiker Jaga Jarak di Masjidil Haram Dicabut

Aturan melonggarkan pembatasan berlaku di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Kapasitas masjid juga sudah kembali normal. Kepresidenan Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi sudah mulai melepas stiker physical distancing di dalam Masjidil Haram.

Wakil Sekretaris Jenderal Manajemen Jemaah di Kepresidenan, Insinyur Osama bin Mansour Al-Hujaili, menegaskan bahwa sejak awal pandemi Kepresidenan telah bekerja untuk menerapkan sejumlah tindakan pencegahan dan langkah-langkah mengupayakan keselamatan pengunjung Masjidil Haram. Salah satunya poster physical distancing yang disebar di seluruh Masjidil Haram.

Pada mulanya, stiker social distancing yang ditempel di lantai masjid digunakan sebagai tanda agar jemaah menjaga jarak per dua meter. Kemudian pada pertengahan tahap ketiga, dikurangi menjadi satu setengah meter.

Al-Hujaili mengatakan bahwa stiker-stiker tersebut memberikan kontribusi yang besar terhadap operasi pengelompokan dan pengelolaan jemaah di dalam Masjidil Haram, melalui koridor, jalur jalan ibadah dan hal-hal lain yang ditata untuk menjaga keamanan bagi mereka yang pergi ke Tanah Suci.

Warga yang sudah divaksin penuh juga kini boleh masuk tanpa terbatas kapasitas.

Kapasitas Stadion Olahraga Bisa Diisi Penuh

Menyusul pelonggaran aturan di Arab Saudi, kapasitas penonton di stadion olahraga juga kembali diizinkan beroperasi normal. Dengan catatan, harus sudah divaksin lengkap.

"Penggemar olahraga di Arab Saudi diizinkan menghadiri event dengan kapasitas penuh di semua stadion dan fasilitas olahraga lainnya mulai Minggu," demikian diumumkan Kementerian Olahraga Arab Saudi, seperti dilansir Reuters, Minggu (17/10/2021).

Dalam keterangannya, Kementerian memberlakukan izin mulai hari ini (17/10). Namun masyarakat yang boleh masuk hanyalah yang telah divaksinasi lengkap alias dua dosis vaksin.

"Stadion-stadion dan fasilitas olahraga lainnya akan membatasi penonton yang masuk di mana mereka yang telah mendapat dua dosis vaksin COVID-19 yang disetujui kerajaan tersebut," lanjut Kementerian itu.

Baca selengkapnya di sini.

Saksikan juga: Napak Tilas dan kesaksian Bocah Hilang di Gunung Guntur

[Gambas:Video 20detik]



Tak Wajib Masker-Jaga Jarak Tak Perlu

Selain dua hal tersebut, operasional aula pernikahan, restoran, bioskop hingga sarana transportasi juga sudah normal seperti sebelum pandemi. Orang-orang yang telah divaksin tak perlu menjaga jarak bahkan tak wajib pakai masker di luar ruangan.

Berikut isi keputusan pelonggaran pembatasan yang diumumkan oleh Kementerian Dalam Negeri, yang telah disetujui Raja atas rekomendasi otoritas kesehatan:

1. Tidak wajib memakai masker di tempat terbuka, kecuali di beberapa tempat yang dikecualikan, tetapi wajib memakai masker di dalam ruangan.

2. Tindakan pencegahan bagi mereka yang menerima dua dosis vaksin coronavirus dilonggarkan sebagai berikut:

- Izin penggunaan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dengan kapasitas penuh namun wajib menggunakan masker bagi pekerja dan pengunjung setiap saat di seluruh koridor masjid. Izin untuk melakukan umrah atau shalat di Masjidil Haram atau Rawda Syarif di Masjid Nabawi akan terus dikeluarkan melalui pengangkatan melalui aplikasi Eatmarna atau Tawakkalna sebagai bagian dari langkah-langkah untuk mengontrol jumlah umat beriman.

- Membiarkan penggunaan kapasitas penuh dalam pertemuan sosial di tempat umum, serta di restoran, bioskop, sarana transportasi dan sejenisnya, dan itu tanpa menjaga jarak sosial.

- Mengizinkan mengadakan dan menghadiri acara di aula pernikahan dan tempat lain tanpa batasan jumlah tetapi menekankan penerapan tindakan pencegahan mengingat keseriusan perilaku yang terkait dengannya.

3. Imunisasi dengan dua dosis vaksin diperlukan untuk memasuki semua fasilitas dan kegiatan sebagaimana dimaksud pada angka 2 di atas, kecuali yang tidak termasuk dan yang diberikan pengecualian, sesuai dengan yang tertera pada aplikasi Tawakkalna . Mereka juga harus mematuhi semua tindakan pencegahan, termasuk memakai masker.

4. Penerapan physical distancing dan penggunaan masker tetap dilakukan di lokasi-lokasi yang tidak dilakukan pemeriksaan status kesehatan melalui aplikasi Tawakkalna.

5. Otoritas Kesehatan Masyarakat (Weqaya) bertugas menyiapkan protokol pencegahan yang harus dipatuhi untuk semua kegiatan yang disebutkan dalam angka 2.

6. Semua entitas sektor publik dan swasta harus memeriksa status kesehatan kekebalan pada aplikasi Tawakkalna untuk semua orang yang ingin memasuki tempat mereka. Mereka juga harus menindaklanjuti kepatuhan terhadap tindakan pencegahan dan protokol pencegahan yang diambil oleh otoritas terkait untuk membendung penyebaran virus corona, termasuk memakai masker.

7. Otoritas terkait harus mengambil tindakan hukuman terhadap pelanggar tindakan pencegahan dan protokol pencegahan yang diumumkan sebelumnya oleh otoritas terkait untuk menghadapi pandemi.

8. Kementerian Kesehatan akan menindaklanjuti jumlah kasus terinfeksi virus corona yang diterima, terutama di unit perawatan intensif, dan menyerahkan laporan kepada otoritas terkait jika diperlukan untuk memperketat tindakan pencegahan di kota, provinsi, atau wilayah di seluruh Kerajaan

(izt/gbr)