Filipina Cabut Syarat Karantina Bagi Pelancong Internasional Sudah Divaksin

Mutia Safira - detikNews
Jumat, 15 Okt 2021 15:39 WIB
Ilustrasi Penerbangan, ilustrasi pesawat, pesawat terbang, ilutrasi perjalanan, pesawat
ilustrasi (Foto: Getty Images/Maja Hitij)
Jakarta -

Pemerintah Filipina mencabut persyaratan karantina bagi para pelancong yang sudah divaksinasi penuh, yang berasal dari China dan lebih dari 40 negara maupun wilayah lain dengan jumlah kasus COVID-19 yang rendah.

Dilansir dari kantor berita Xinhua, Jumat (15/10/2021), juru bicara kepresidenan Filipina, Harry Roque mengatakan kebijakan baru ini akan berlaku mulai Sabtu (16/10) besok hingga 31 Oktober.

Roqua mengatakan, bagi warga negara asing yang sudah divaksinasi lengkap, hasil tes swab RT-PCR negatif tetap diperlukan dalam waktu 72 jam sebelum keberangkatan. Setibanya di bandara, pelancong tidak perlu tinggal di fasilitas karantina, tetapi para turis dihimbau untuk memantau diri sendiri terkait gejala apa pun hingga hari ke-14.

Bagi yang tidak divaksinasi, divaksinasi sebagian, dan individu yang status vaksinasinya tidak dapat diverifikasi secara independen, dan mereka yang divaksinasi tetapi gagal memenuhi persyaratan tes sebelum bepergian, maka perlu dilakukan isolasi di fasilitas karantina sampai tes PCR yang diambil pada hari ke-5 dinyatakan negatif, imbuh Roque.

Turis asing saat ini masih dilarang memasuki Filipina sebagai bagian dari kebijakan pembatasan perbatasan yang diberlakukan pemerintah pada Maret 2020. Hanya orang asing yang diberikan visa khusus, termasuk diplomat, yang diizinkan masuk.

Sementara itu, Departemen Kesehatan Filipina (DOH) melaporkan 7.835 kasus baru COVID-19 yang dikonfirmasi pada Kamis (14/10), sehingga totalnya kini menjadi 2.698.232 kasus.

DOH juga melaporkan 154 kematian harian akibat COVID-19 di negara Asia Tenggara itu, sehingga jumlah kematian terkait virus Corona secara keseluruhan menjadi 40.221.

Filipina, dengan populasi sekitar 110 juta jiwa telah melakukan tes Corona terhadap lebih dari 20,5 juta orang untuk sejak pandemi melanda Januari 2020.

(ita/ita)