Round-Up

Jemawa Imun Tinggi Bikin Presiden Brasil Ogah Divaksin Corona

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 15 Okt 2021 05:20 WIB
BRASILIA, BRAZIL - JUNE 29: President of Brazil Jair Bolsonaro smiles during an event to launch a new register for professional workers of the fish industry at Planalto Government Palace on June 29, 2021 in Brasilia, Brazil. Health Minister, Marcelo Queiroga, announced after the event and in conversation with journalists, that the contract with the Covaxin vaccine is suspended. (Photo by Andressa Anholete/Getty Images)
Jair Bolsonaro (Getty Images/Andressa Anholete)
Jakarta -

Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, menegaskan dirinya tidak akan divaksin virus Corona(COVID-19). Dia menyebut memiliki imun tinggi sehingga tak perlu suntik vaksin.

Seperti dilansir AFP, Kamis (14/10/2021), Bolsonaro memicu kontroversi terkait caranya menangani pandemi Corona. Dia jemawa ogah divaksin meski dirinya sendiri pernah terinfeksi.

"Saya telah memutuskan untuk tidak divaksinasi. Saya sedang mempelajari studi terbaru, saya sudah memiliki imunisasi tertinggi, mengapa saya harus divaksinasi?" ucap Bolsonaro dalam wawancara dengan radio lokal,Jovem Pan, pada Selasa (12/10) malam waktu setempat.

"Itu akan sama saja dengan bertaruh 10 Real pada lotre untuk memenangkan dua. Itu tidak masuk akal," imbuhnya.

Pernyataan Bolsonaro soal vaksin Corona kemudian heboh. Salah satunya ketika dia mengklaim vaksin Pfizer bisa mengubah orang-orang menjadi buaya karena efek sekunder.

Sejak terinfeksi Corona pada Juni 2020, Bolsonaro berulang kali mengklaim bahwa pemeriksaan menunjukkan dirinya memiliki antibodi yang besar untuk melawan virus. Makanya dia tidak perlu divaksinasi, meski klaimnya itu dibantah para pakar.

Boslonaro juga menentang keras izin kesehatan yang diberikan orang-orang yang sudah divaksinasi. Di mana warga dapat izin mengakses tempat-tempat umum tertentu di beberapa kota besar di Brasil

"Bagi saya, kebebasan ada di atas segalanya. Jika seorang warga tidak ingin divaksinasi, itu menjadi haknya dan selesai," ucap Bolsonaro kepada radioJovem Pan.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya: