Turki Siap Bantu Krisis Afghanistan, tapi Tak Akui Kekuasaan Taliban

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Jumat, 15 Okt 2021 04:16 WIB
Turkish Flag on cloudy blue sky.The flag is waving due to heavy wind.On the background white clouds are seen.Up right side of frame is blue sky.No people are seen in frame.
Bendera Turki. (Getty Images/iStockphoto/selimaksan)
Ankara -

Turki mengatakan bahwa siap membantu Taliban mengatasi krisis di Afghanistan. Namun Turki tetapi tidak mengakui kekuasaan Taliban.

Seperti dilansir AFP, Jumat (15/10/2021), Menlu Turki Mevlut Cavusoglu menerima Plt Menlu Afghanistan Amir Khan Muttaqi yang berusaha untuk mendapatkan legitimasi internasional setelah kembali berkuasa di Afghanistan.

Muttaqi tiba di Turki setelah pembicaraan dengan utusan AS dan Eropa di Doha di mana ia memperingatkan bahwa sanksi barat terhadap Taliban mengancam untuk lebih merusak keamanan di Afghanistan. Cavusoglu mendukung pesan itu setelah pembicaraan tertutup di Ankara.

"Kami telah memberi tahu komunitas internasional tentang pentingnya keterlibatan dengan pemerintahan Taliban saat ini. Faktanya, pengakuan dan keterlibatan adalah dua hal yang berbeda," kata Cavusoglu.

"Ekonomi Afghanistan seharusnya tidak runtuh. Oleh karena itu, kami telah mengatakan negara-negara yang membekukan rekening Afghanistan di luar negeri harus bertindak lebih fleksibel sehingga gaji dapat dibayarkan," ujarnya.

Bank Dunia menghentikan proyek pendanaannya di Afghanistan setelah Taliban kembali berkuasa pada Agustus. Turki telah berusaha menggunakan posisinya sebagai satu-satunya anggota aliansi pertahanan NATO yang mayoritas Muslim untuk mengamankan peran yang lebih besar di Afghanistan setelah penarikan pasukan AS.

Namun tawarannya untuk memberikan keamanan bagi bandara Kabul--titik akses utama untuk bantuan kemanusiaan--telah ditolak oleh para pemimpin Taliban dan pihak-pihak tersebut tidak membuat kemajuan nyata dalam masalah ini selama pembicaraan tingkat tinggi mereka hingga saat ini.

Cavusoglu menegaskan kembali kepada Muttaqi bahwa memastikan keamanan di bandara sangat penting sebelum penerbangan reguler dapat dilanjutkan.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya: