Pakar PBB Sebut Warga Korut Rentan Alami Kelaparan

Mutia Safira - detikNews
Kamis, 14 Okt 2021 12:31 WIB
Kekeringan terburuk selama hampir 40 tahun melanda Korea Utara
Ilustrasi (dok. BBC)
Pyongyang -

Seorang pakar Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menyatakan anak-anak dan warga lanjut usia (lansia) yang rentan di Korea Utara (Korut) berisiko mengalami kelaparan.

Seperti dilansir BBC, Kamis (14/10/2021), pelapor khusus PBB untuk hak asasi manusia (HAM) di Korut, Tomas Ojea Quintana, menyalahkan sanksi internasional dan kebijakan blokade virus Corona (COVID-19) sebagai penyebab memburuknya kekurangan pangan.

Hal itu disebut membuat warga Korut berjuang setiap hari untuk 'menjalani kehidupan yang bermartabat'. Dia menyerukan agar sanksi yang dikenakan terkait program nuklir Korut dicabut untuk mencegah terjadinya krisis.

Korut dinilai berada dalam kesulitan ekonomi yang mengerikan. Rezim komunis ini menutup perbatasannya untuk mengatasi penyebaran Corona. Kebijakan tersebut membuat perdagangan dengan China anjlok. Padahal diketahui bahwa Korut bergantung pada China untuk suplai makanan, pupuk, dan bahan bakar.

Pekan ini, pemimpin Korut, Kim Jong-Un mengakui negaranya sedang menghadapi 'situasi suram'.

Muncul sejumlah laporan bahwa harga pangan telah melonjak, dengan laporan NK News pada Juni lalu menyebut satu kilogram pisang dihargai US$45.

Dalam laporan terbarunya, Quintana mengatakan Dewan Keamanan PBB perlu mempertimbangkan pelonggaran sanksi internasional dan mengizinkan 'bantuan kemanusiaan dan penyelamatan nyawa'.