Panas! Taiwan Peringatkan Jet Tempur China Jangan Terlalu Dekat

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 14 Okt 2021 11:26 WIB
Helicopters fly over President Office with Taiwan National flag during the National Day celebrations in Taipei, Taiwan, Saturday, Oct. 10, 2020. Taiwanese President Tsai Ing-wen said Saturday she has hopes for less tensions with China and in the region if Beijing will listen to Taipei’s concerns, alter its approach and restart dialogue with the self-ruled island democracy. (AP Photo/Chiang Ying-ying)
Ilustrasi (dok. AP Photo/Chiang Ying-ying)
Taipei -

Kementerian Pertahanan Taiwan memperingatkan China bahwa semakin dekat jet tempur dan pesawat militer negara itu ke wilayah mereka maka akan semakin keras respons yang diberikan Taiwan. Peringatan Taiwan ini meningkatkan risiko eskalasi dengan China.

Seperti dilansir Reuters dan Bloomberg, Kamis (14/10/2021), dalam laporan kepada parlemen Taiwan, Kementerian Pertahanan menegaskan bahwa Taiwan akan mengambil tindakan lebih keras untuk menangkis pengerahan militer China jika terlalu dekat dengan wilayah Taiwan.

"Menanggapi penyusupan pesawat dan kapal militer Komunis China ke dalam zona identifikasi pertahanan udara, kami akan mematuhi prinsip 'semakin dekat mereka ke pulau, semakin kuat kami akan membalas'," demikian penggalan laporan Kementerian Pertahanan Taiwan tersebut.

Kementerian Pertahanan Taiwan sekali lagi menyampaikan kekhawatiran terhadap pertumbuhan militer China, dengan beberapa kapal induk baru, kapal selama bertenaga nuklir dan kapal serang amfibi mulai beroperasi.

Disebutkan laporan Taiwan tersebut bahwa kemampuan China dalam menolak akses dan memblokade Selat Taiwan 'menjadi semakin dan semakin lengkap, yang akan memberikan tantangan dan ancaman serius terhadap operasional pertahanan kita'.

Peringatan Taiwan itu dilontarkan saat China semakin meningkatkan tekanan militer terhadap pemerintahan Presiden Tsai Ing-Wen. Nyaris 150 pesawat militer dan jet tempur milik Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) mengudara ke zona pertahanan udara Taiwan selama empat hari berturut-turut.

Semua jet tempur dan pesawat militer China itu masih mengudara di wilayah udara internasional, namun aktivitas semacam itu memicu kekhawatiran bahwa kesalahan langkah apapun bisa memicu eskalasi tak diduga di kawasan.