Disaksikan Kim Jong-Un, Tentara Korea Utara Pamer Kekuatan

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 13 Okt 2021 13:41 WIB
In this photo provided by the North Korean government, North Korean leader Kim Jong Un speaks during an exhibition of weapons systems in Pyongyang, North Korea, Monday, Oct. 11, 2021. Kim reviewed the rare exhibition and vowed to build an “invincible” military, as he accused the United States of creating regional tensions and lacking action to prove it has no hostile intent toward the North, state media reported Tuesday. Independent journalists were not given access to cover the event depicted in this image distributed by the North Korean government. The content of this image is as provided and cannot be independently verified. Korean language watermark on image as provided by source reads:
Kim Jong-Un (Foto: Korean Central News Agency/Korea News Service via AP)
Jakarta -

Seorang tentara Korea Utara yang bertelanjang dada menghancurkan dua botol kaca bersamaan, menambah tumpukan pecahan kaca di tanah, sementara pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un menyaksikannya.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (13/10/2021), tentara itu kemudian berbaring di atas pecahan kaca dan seorang rekannya meletakkan balok beton tebal di dadanya, sebelum menghancurkan balok itu dengan palu godam.

Adegan itu adalah bagian dari pertunjukan melawan rasa sakit yang dilakukan tentara Korea Utara untuk pembukaan pameran pertahanan minggu ini, yang memamerkan persenjataan milik negara bersenjata nuklir itu.

Para prajurit -- beberapa berseragam, yang lain bertelanjang dada -- meninju menembus lapisan bata beton, atau mematahkannya dengan kepala. Tentara lainnya berbaring di tempat tidur berisi paku, lalu sebuah balok dipatahkan di atas dadanya.

Kim Jong-Un terlihat bertepuk tangan dan tersenyum, dikelilingi oleh para petugas dan dengan saudara perempuannya sekaligus penasihat dekatnya, Kim Yo Jong di sisinya. Demikian diberitakan media KCTV, Selasa (13/10) waktu setempat.

Korea memiliki tradisi seni bela diri sejak lama, dan mematahkan adalah bagian dari olahraga asli taekwondo -- dikembangkan oleh seorang jenderal Korea Selatan yang kemudian berselisih dengan diktator dukungan militer Korea Selatan, Park Chung-hee dan menjadi sering berkunjung ke Pyongyang, di mana dia meninggal pada tahun 2002.

Sekarang sering digunakan oleh Korea Utara untuk melambangkan kekuatan militernya.